(sambungan)
Saya sempat melayani di lembaga pemasyarakatan wanita, dan mendengar berbagai kisah mereka disana. Ada banyak sekali yang harus mendekam di sana untuk waktu yang lama akibat bersentuhan dengan obat-obat terlarang. Ada yang memang pemakai, ada pengedar, ada pula yang tertipu akibat salah gaul. Sedih kalau melihat berapa lama lagi mereka harus berada di sana, apalagi yang jadi korban ditipu atau dijebak, tapi itulah bahayanya kalau kita sampai salah dalam memilih pergaulan.
Pergaulan yang salah bisa merusak seseorang. Tadinya orang itu hidup baik, tetapi ketika masuk ke dalam lingkungan pergaulan yang salah mereka terjerumus ikut-ikutan masuk ke dalam dosa. Mungkin mulanya bisa berkata tidak, tapi lama kelamaan tidak kuasa menolak sehingga dosa pun dilakukan.
"Ah, cuma sekali ini saja, tidak apa-apa." begitu mungkin pikiran yang muncul. Toleransi atas dosa mulai diberikan, dan yang terjadi selanjutnya, orang yang tadinya baik bisa berubah menjadi orang-orang yang tidak lagi peka terhadap pelanggaran ketetapan Tuhan.
Hidup di dunia yang penuh dengan keinginan-keinginan daging yang dipercaya sebagai hal yang membahagiakan oleh orang-orang yang tidak takut akan Tuhan tidaklah mudah. Orang-orang ini akan berusaha menarik kita. Mereka ada di sekitar kita dan akan terus menawarkan sesuatu yang sepintas mungkin saja terlihat menyenangkan dan nikmat, tetapi ada banyak dosa yang mengintip di baliknya. Kalau tidak hati-hati kita bisa terjerumus ke dalamnya dan akibatnya mau tidak mau harus siap menanggung konsekuensinya.
(bersambung)
Saturday, December 14, 2024
Mulanya Hanya Coba-Coba (2)
Friday, December 13, 2024
Mulanya Hanya Coba-Coba (1)
Ayat bacaan: Amsal 1:10
====================
"Hai anakku, jikalau orang berdosa hendak membujuk engkau, janganlah engkau menurut"
Sebagai pemakai saja sudah harus menghadapi ancaman hukuman kurungan, apalagi kalau sudah menjadi pengedar. Akibatnya bisa sangat fatal, karena bisa jadi sampai hukuman mati menjadi konsekuensinya. Belum lagi, karena harus menutupi ketagihan, berbagai tindak kriminal pun akan mereka lakukan.
Dan yang juga sering kita lihat, mereka sangat susah lepas dari ketagihannya. Meski sudah menjalani hukuman atau rehabilitasi, tidak jarang mereka akan kembali menjadi pemakai dan berulang kali ditangkap, lagi dan lagi.
Awalnya coba-coba, mungkin hanya ikut-ikutan, mungkin terjerumus karena salah memilih pergaulan, bisa pula karena ingin dianggap hebat atau takut kehilangan teman, banyak orang yang akhirnya memilih untuk melakukan tindakan buruk yang bukan saja merusak masa depannya sendiri tetapi juga orang lain.
Pemakai narkoba, perampok, koruptor atau bahkan pembunuh bisa berawal dari salah mengikuti ajakan teman yang tidak bertanggung jawab. Mereka lupa bahwa meski hanya ikut-ikutan, merekapun bisa mendapat ancaman hukuman yang sama apabila menjadi pelaku sebuah tindak kejahatan.
(bersambung)
Thursday, December 12, 2024
Kacang Lupa Kulit (6)
(sambungan)
Seperti kasih seorang bapa kepada anaknya, seperti itu pula kasih Tuhan yang tidak berkesudahan selalu menaungi kita. "Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia....kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya." (ay 13, 17-18).
Apabila hari ini anda diberkati secara baik dalam kehidupan, keluarga dan pekerjaan, jangan lupakan Tuhan. Tetaplah ingat kepada Tuhan yang telah memberikan itu semua. Puji dan sembah Dia, penuhi diri anda dengan ucapan syukur. Ingatlah selalu bahwa apa yang kita raih bukanlah semata-mata karena kerja keras atau hasil jerih payah kita sendiri, tetapi terutama merupakan berkat Tuhan. Tanpa Tuhan semua akan sia-sia.
Menjelang perayaan Natal tahun ini, mari kita mengucap syukur atas segala kebaikan dan kasih Tuhan selama ini dalam hidup kita. Jangan pernah lupakan kebaikanNya, jangan menjadi kacang yang lupa kulit, jangan jadi orang yang lupa daratan. Mari kita terus bersyukur, menaati dan melakukan perintahNya, menjauhi laranganNya, dan terus memuji dan menyembah Dia dengan segenap diri kita.
"Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan , dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini." (Ulangan 8:18)
Wednesday, December 11, 2024
Kacang Lupa Kulit (5)
(sambungan)
Kapok kah mereka? Ternyata tidak. Bukan sekali dua kali bangsa ini melupakan Tuhannya. Kita melihat dalam banyak kesempatan mereka berulang kali menyakiti hati Tuhan yang telah melepaskan mereka dari perbudakan dan memberkati mereka secara dahsyat dalam perjalanan mereka menuju tanah terjanji.
Dalam kitab Hakim Hakim kembali kita temukan sikap buruk mereka. "Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, mereka melupakan TUHAN, Allah mereka, dan beribadah kepada para Baal dan para Asyera." (Hakim Hakim 3:7). Dan hukuman Tuhan pun kembali jatuh atas mereka.
Diberkati, melupakan Tuhan, melakukan kejahatan yang membuat Tuhan marah, lalu dihukum, itu terus terjadi berulang-ulang sepanjang sejarah bangsa Israel pada masa itu.
Apa yang terjadi pada bangsa Israel seharusnya bisa dijadikan peringatan. Manusia mendekat kepada Tuhan ketika sedang mengalami penderitaan. Tapi setelah berada dalam keadaan baik dan berkecukupan, seketika itu pula Tuhan dengan mudahnya dilupakan. Padahal tidakkah semua itu kita dapatkan sebagai berkat dari Tuhan? Bukankah tanpa Tuhan kita bukan apa-apa?
Kalau kita menyadari hal itu, mengapa kita tega melupakan Tuhan dan bahkan menyakiti hatiNya? Mazmur Daud mengingatkan kita untuk selalu mengingat kebaikan Tuhan dalam hidup kita. "Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!" (Mazmur 103:1-2).
(bersambung)
Tuesday, December 10, 2024
Kacang Lupa Kulit (4)
(sambungan)
Alangkah ironis, ketika Israel dalam ayat ke 15 ini memakai istilah "Yesyurun". Yesyurun merupakan salah satu panggilan untuk bangsa Israel yang berasal dari kata yashar yang artinya "the upright one", alias "yang tegak lurus, jujur, tulus". Bukannya bertingkah laku seperti namanya, tapi mereka justru melakukan hal sebaliknya.
Betapa kejinya, "Mereka membangkitkan cemburu-Nya dengan allah asing, mereka menimbulkan sakit hati-Nya dengan dewa kekejian, mereka mempersembahkan korban kepada roh-roh jahat yang bukan Allah, kepada allah yang tidak mereka kenal, allah baru yang belum lama timbul, yang kepadanya nenek moyangmu tidak gentar." (ay 16-17).
Mereka melupakan Tuhan yang telah begitu baik kepada mereka. "Gunung batu yang memperanakkan engkau, telah kaulalaikan, dan telah kaulupakan Allah yang melahirkan engkau." (ay 18).
Sangatlah wajar jika Tuhan pun kemudian murka menghadapi "angkatan yang bengkok, anak-anak yang tidak mempunyai kesetiaan." (ay 20) ini.
Dalam ayat-ayat selanjutnya kita mendapati kemurkaan Tuhan yang begitu mengerikan.
(bersambung)
Monday, December 9, 2024
Kacang Lupa Kulit (3)
(sambungan)
"Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya. Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menaqmpung seekor dan mendukunnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia. Dibuat-Nya dia berkendaraan mengatasi bukit-bukit di bumi, dan memakan hasil dari ladang, dibuat-Nya dia menisap madu dari bukit batu, dan minyak dari gunung batu yang keras, dadih dari lembu sapi dan susu kambing domba, dengan lemak-lemak anak-anak domba; dan domba-domba jantan dari Basan dan kambing-kambing jantan, dengan gandum yang terbaik; juga darah buah anggur yang berbuih engkau minum." (Ulangan 32:10-14).
Lihatlah bagaimana kelimpahan dan perlindungan sepenuhnya dari Tuhan disebutkan dengan begitu indah. Bukankah atas semua berkat luar biasa dari Tuhan itu siapapun penerimanya seharusnya bersyukur dan memuliakan Tuhan? Seharusnya demikian. Tapi sepertinya memang sudah menjadi tabiat manusia untuk lupa melakukan itu.
Demikianlah yang terjadi saat itu oleh bangsa tersebut. Lihatlah sikap buruk mereka. Bukannya bersyukur atas berkat Tuhan, mereka malah berubah sikap setelah menjadi gemuk kekenyangan. Segera mereka melupakan Pribadi yang telah menyediakan itu semua.
Ayatnya menyebutkan seperti ini: "Lalu menjadi gemuklah Yesyurun, dan menendang ke belakang, --bertambah gemuk engkau, gendut dan tambun--dan ia meninggalkan Allah yang telah menjadikan dia, ia memandang rendah gunung batu keselamatannya." (ay 15)
(bersambung)
Sunday, December 8, 2024
Kacang Lupa Kulit (2)
(sambungan)
Sepertinya sudah menjadi kecenderungan sifat manusia untuk menjadi sombong dan lupa diri saat kesuksesan, ketenaran, keberhasilan atau peningkatan-peningkatan dalam hidup terjadi. Menjadi lupa terhadap orang-orang yang sama-sama berjuang, menjadi lupa atau tidak peduli kepada orang lain, dan juga, melupakan Tuhan.
Tadinya terus berdoa siang malam dan berharap agar Tuhan memberkati setiap langkah, ketika sudah berhasil Tuhan malah dilupakan. Minta tolong, yes, terima kasih, no. Itupun teramat sering terjadi dalam hidup banyak orang.
Sikap melupakan Tuhan ini sesungguhnya sudah terjadi sejak jaman dahulu. Bangsa Israel di jaman Musa menjadi contoh nyata mengenai kelakuan yang memalukan ini.
Dalam Ulangan dikatakan: "Lalu menjadi gemuklah Yesyurun, dan menendang ke belakang, --bertambah gemuk engkau, gendut dan tambun--dan ia meninggalkan Allah yang telah menjadikan dia, ia memandang rendah gunung batu keselamatannya." (Ulangan 32:15).
Kalau kita mundur sedikit, kita bisa lihat bagaimana kebaikan Tuhan telah menyertai dan memberkati mereka seperti yang tertulis dalam ayat 10-14.
"Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya....
(bersambung)
Tidur (10)
(sambungan) Menghadapi masalah hanya memandang pada masalah, itu bahaya. Menghadapi masalah tanpa iman, itu pun bahaya. Iman seperti yang d...
-
Ayat bacaan: Amsal 22:7 ======================= "Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutan...
-
Ayat bacaan: Mazmur 149:4 ==================== "Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati den...
-
Ayat bacaan: Mazmur 23:4 ====================== "Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau...
