===========================
"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku."
Tumpukan pekerjaan bagaikan air bah yang membanjir tanpa henti. Rasanya begitu deras menerpa saya, sehingga saya merasa kelabakan untuk menyelesaikan semuanya. Satu beres, datang tiga lagi, dua beres, masuk enam lagi, kira-kira seperti itulah yang terjadi, dan saya pun gelagapan untuk menyelesaikan semuanya dengan sebaik-baiknya tepat waktu. Saya tidak pernah ingin kerja setengah-setengah, semua itu harus dikerjakan sebaik-baiknya, tetapi waktu sepertinya tidak mencukupi. Apakah saya satu-satunya orang yang sibuk setengah mati seperti ini? Ternyata tidak. Seorang teman yang berprofesi sebagai musisi jazz ternyata mengalami hal yang sama seperti saya.Lewat sebuah situs jejaring saya berbincang-bincang dengan seorang musisi jazz yang baru menyelesaikan studinya di luar negeri. Dia adalah seorang anak Tuhan yang luar biasa. Hidup di dunia entertainment alias hiburan ternyata tidak membuatnya rusak. Ia tetap hidup setia dan taat kepada Tuhan. Tidaklah heran apabila karirnya meningkat sangat pesat meski ia baru saja kembali dari luar negeri beberapa bulan yang lalu. Tuhan memberkatinya secara luar biasa, sehingga dalam waktu singkat ia sudah mendapat kesempatan tampil di beberapa pertunjukan bahkan sudah membentuk grupnya sendiri. Berbagai kesempatan yang terbuka membuatnya sibuk melakukan berbagai persiapan. Belum lagi harus membagi waktu dengan keluarga dan tampil di beberapa kota yang berbeda dalam waktu singkat. Ia pun bercerita bahwa ia sempat "curhat" kepada Tuhan. "saya bersyukur buat berkat-berkat yang melimpah, tetapi di satu sisi saya merasa bahwa waktu untuk menyiapkan segalanya sangat kurang. Pekerjaan padat, waktu sedikit.. saya khawatir tidak maksimal." katanya. Dan ia pun berdoa menyampaikan itu kepada Tuhan. Apa yang terjadi? Ia kemudian bercerita bahwa Tuhan menjawab dan mengingatkannya kalau semua itu Tuhan izinkan untuk terjadi agar dirinya menyadari betul bahwa semua itu merupakan karunia Tuhan dan bukan hasil jerih payahnya sendiri. "Tidak ada hak saya untuk bermegah diri." katanya. Tuhan lalu mengingatkan teman saya lebih lanjut, "Bukankah selama ini dalam kelemahanmu Aku selalu menunjukkan pertolongan?" Dan ia pun merasa lega. Ia kemudian bisa mengerjakan segala sesuatu sebaik mungkin dengan tenang tanpa harus kehilangan sukacita. Waktu tidak berubah menjadi lebih lambat, pekerjaan tidak menjadi lebih ringan. Tetapi dengan percaya terhadap janji Tuhan, bahwa Dia akan selalu menunjukkan pertolongan, semua itu sanggup membuat beban yang kita pikul menjadi jauh lebih ringan.
Apa yang ia alami pernah pula dialami Paulus dalam keadaan yang mungkin jauh lebih berat. Memutuskan untuk bertobat lalu dengan giat mewartakan kabar keselamatan ternyata tidak membuat Paulus menjadi lebih nyaman. Justru pada saat seperti itulah ia mengalami begitu banyak masalah. Berbagai teror mental hingga penyiksaan kerap ia alami. Dalam surat 2 Korintus pasal 12 kita bisa melihat curhatan Paulus tentang apa yang ia rasakan. Ia tahu bahwa tidak ada hak apapun baginya untuk bermegah. Mendapatkan penglihatan, dipakai Tuhan dan menerima janji keselamatan kelak ketika ia berpulang tidak berarti bahwa ia bisa membanggakan atau menyombongkan dirinya. Paulus berkata "..atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku." (2 Korintus 12:6). Bangga akan kelemahan? Bagaimana mungkin? Apakah Paulus salah ucap? Tentu tidak. Paulus mengatakan lebih lanjut "Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri." (ay 7). Paulus pun kemudian berdoa kepada Tuhan dan meminta Tuhan mengenyahkan duri dalam daging atau utusan iblis itu daripadanya. Perhatikanlah bagaimana reaksi Tuhan selanjutnya. "Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku." (ay 9). Di dalam kelemahan kuasa Tuhan justru akan menjadi sempurna. Mengapa? Karena seperti yang dikatakan teman saya tadi, justru dalam kelemahan itulah kita bisa mengerti akan sebuah konsep untuk bergantung sepenuhnya pada Tuhan dan bukan pada kekuatan diri sendiri atau sesama manusia lainnya. Dan mari saya tambahkan, saat-saat sibuk atau tertekan seperti itu adalah kesempatan untuk melihat betapa besarnya kuasa Allah, jauh melebih apapun yang ada di kolong langit. Being under pressure is just the perfect chance to see God's miracles.
Firman Tuhan berkata "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" (Yeremia 17:7). Kepada orang-orang taat dan dipenuhi iman seperti ini dikatakan bahwa "Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah." (ay 8). Seperti itulah janji Tuhan kepada kita. Masalahnya ialah, sampai dimana kita bisa mengimani hal ini? Fisik terkuras, stamina anjlok di saat sibuk seperti ini seharusnya tidak membuat kita semakin menjauh dari Tuhan. Inilah kesempatan bagi kita untuk menyaksikan sendiri kedahsyatan uluran tangan Tuhan. Ini kesempatan untuk merasakan secara langsung bagaimana luar biasanya ketika Tuhan menyatakan pertolonganNya. Berada dalam tekanan atau permasalahan hidup adalah sebuah kesempatan bagi kita untuk menyaksikan bagaimana kuasa Tuhan akhirnya menjadi sempurna di dalam hidup kita.
Apakah ada di antara teman-teman yang merasakan sulitnya membagi waktu dan merasa sendirian melewatinya? Jika ada, ingatlah bahwa semua itu Tuhan ijinkan untuk terjadi pada diri kita agar kita bisa berhenti mengandalkan kekuatan diri sendiri atau orang lain tetapi sebaliknya kembali berpegang teguh kepada Tuhan, mengandalkanNya dalam setiap langkah yang kita lalui. Itu akan membuat kita tidak kehilangan sukacita meski dalam tekanan sekalipun. Meski kelabakan dalam menyelesaikan semua pekerjaan yang menumpuk, janganlah lupa bahwa semua itu merupakan berkat dari Tuhan yang seharusnya disikapi dengan penuh rasa syukur. Dan betapa baiknya Tuhan yang masih berjanji untuk senantiasa menolong kita dalam melakukan semuanya. Tidak saja kita mendapatkan berkat dariNya, tetapi dalam kesibukan itu kita juga mendapatkan kesempatan untuk melihat bagaimana luar biasanya ketika kuasa Tuhan menjadi sempurna di atas kelemahan dan keterbatasan kita.
Tekanan adalah kesempatan untuk melihat bagaimana kuasa Tuhan menjadi sempurna
Bagaimana cara menyampaikan protes terhadap tindakan penguasa yang tidak baik? Sebagian besar orang akan memilih cara demonstrasi untuk menyuarakan aspirasinya. Selama melalui prosedur yang benar, sejak masa reformasi di Indonesia demonstrasi sah-sah saja dilakukan oleh siapapun yang ingin menyampaikan suaranya. Tetapi ada sebuah cara yang jauh lebih elegan dan tidak mengganggu banyak orang seperti halnya sebuah demonstrasi di jalan raya, yaitu lewat lagu. Cara ini banyak dipakai oleh para seniman dari masa ke masa. Lihatlah sebuah contoh ketika Amerika memutuskan untuk berperang dengan Vietnam. Sejumlah musisi seperti Bob Dylan kerap menyuarakan protes keras lewat lagu-lagu mereka. Di masa itu tercatat ada begitu banyak lagu yang berisikan keprihatinan sampai perlawanan terhadap keputusan untuk melakukan perang secara militer terhadap sebuah bangsa yang jauh lebih kecil dari Amerika di benua asia. Di negara kita pun demikian. Bentuk protes dan menyuarakan aspirasi banyak tampil lewat lagu, terutama di masa represif dari rezim yang berkuasa beberapa waktu lalu. Sosok seperti Iwan Fals misalnya sering menuliskan bentuk keprihatinan atau satire/sindiran lewat lirik-lirik lagu yang dikemas dengan melodi yang enak di dengar.
Sukakah anda terhadap kejutan? Saya rasa sebagian besar orang akan sangat senang mendapatkan kejutan. Untuk menyenangkan orang-orang yang kita sayangi kita sering memberi kejutan terutama pada momen-momen spesial dalam hidup mereka. We are human who like surprises. Hari ini saya dan istri saya baru saja memberi kejutan untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepada adik ipar saya. Kami menunggu di depan pintu lift sebuah mall sambil membawa kue tart dengan lilin menyala, dan ia terlihat sangat terkejut ketika melihat kami berdiri tepat di depannya begitu pintu lift terbuka. Coba kejutkan pasangan anda dengan seikat bunga yang tidak ia duga sebelumnya, berbagai hadiah atau puisi, hal-hal seperti itu akan sangat bermakna bagi mereka, sesuatu yang tidak akan mudah dilupakan. Atau perhatikan wajah gembira anak-anak ketika mereka mendapat kejutan dari orang tuanya. Mereka akan menangkap perhatian dan rasa sayang kita secara lebih baik lewat kejutan-kejutan membahagiakan seperti itu.
Ada begitu banyak iklan yang menjanjikan kekayaan lewat segala cara. Menjual berbagai metode agar cepat kaya selalu laris di mata banyak orang, apalagi di jaman sekarang dimana segalanya serba sulit. Seminggu dapat sekian puluh juta, sehari langsung meraup dollar dan banyak lagi iming-iming yang akan membuat orang tergoda untuk mencobanya. Tidak ada orang yang mau hidup miskin. Kita bekerja dan berusaha agar bisa hidup layak, dan alangkah baiknya apabila kita juga berpikir untuk bisa mengumpulkan hasil jerih payah kita bukan untuk kita sendiri melainkan untuk memberi kepada orang-orang yang berkekurangan. Yang tidak baik adalah berorientasi kepada kekayaan, mendasarkan segala sesuatu kepada uang dan harta. Menghalalkan segala cara demi meraup untung sebesar-besarnya, kalau perlu mengorbankan orang lain, itulah yang salah.
Duduk berkumpul bersama beberapa tetangga di teras membuat saya berkesempatan memandang langit di malam hari. Betapa indahnya. Lengkungan langit malam yang gelap dihiasi kerlap kerlip bintang dan bulan yang bersinar terang. Pemandangan langit di malam hari seperti itu bagi saya terasa sangatlah puitis. Saya pun tidak berhenti memandang ke atas dan bersyukur atas kebaikan Tuhan menciptakan segala sesuatu yang begitu indah seperti langit yang saya amati malam ini. Siang hari kita melihat langit yang cerah, dengan awan bagaikan kapas lembut terserak di sana, matahari yang bersinar cerah, dan beberapa burung terbang dengan gemulai di sekitarnya. Keindahan matahari terbit dengan warna lembut mulai menerangi cakrawala, atau keindahan matahari terbenam yang membawa keindahan tersendiri, yang seringkali sulit dilukiskan dengan kata-kata. Tidak jarang orang mau bersusah-susah pergi ke beberapa lokasi tertentu dimana mereka bisa menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam ini seperti ke Bali atau puncak gunung Bromo misalnya. Itulah karya keagungan Tuhan yang sanggup berbicara mengenai kemuliaan Tuhan dengan caranya tersendiri.
Apa yang anda lakukan jika berhadapan dengan arus deras yang berbahaya? Selagi masih bisa, tentu kita akan sedapat mungkin menghindar sejauh-jauhnya. Tidak ada seorangpun yang mau dengan sengaja masuk ke dalam pusaran arus deras untuk kemudian binasa bukan? Tetapi ketika sudah terlanjur masuk terjebak ke dalam arus, kita akan berusaha mencari pegangan dengan segala daya upaya kita. Kita akan berusaha berpegang pada batang pohon, batu atau apapun yang cukup kuat untuk menahan laju badan kita untuk terhanyut. Jika tidak, pada suatu ketika kita tidak akan punya cukup tenaga lagi untuk melawan arus dan akhirnya menyerah terseret menuju maut.
Untuk kesekian kalinya saya membaca di koran mengenai anak kecil yang meninggal dunia karena terseret arus ketika mandi di sungai. Disamping banyak di antara mereka yang belum bisa berenang, secara fisik anak kecil pun masih lemah dan belum tahu bagaimana cara melawan arus. Jangankan anak kecil, orang dewasa sekalipun akan sulit melawannya jika mereka berada di dalam arus deras. Segala sesuatu yang lebih lemah di bandingkan sebuah arus tentu akan dengan mudah terseret olehnya. Anak-anak kecil yang malang ini tidak mengetahui bahaya yang bisa timbul akibat terseret arus. Mereka mungkin hanya ingin merasa senang bermain-main di sungai, tetapi ketidaktahuan mereka itu bisa menimbulkan malapetaka.