Thursday, December 18, 2008

Bertumbuh

Ayat bacaan: 1 Timotius 4: 7b-8
===============================
"Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang."

bertumbuh, melatih diriAda seorang teman yang pernah bercerita mengenai kerinduan akan imannya untuk bisa bertumbuh, tapi dia merasa masih jalan di tempat selama bertahun-tahun. Ia sudah berdoa, tapi tetap saja ia tidak merasakan adanya hasrat kuat untuk mendalami Alkitab, secara teratur menyediakan waktu untuk saat teduh, bahkan kerinduan untuk beribadah bersama di gereja. "keinginan sih jelas ada... tapi tetap aja malas rasanya untuk berdoa apalagi baca Alkitab.." begitu katanya. Saya pun pernah mengalami hal-hal seperti itu. Ada masa dimana saya mengantuk di gereja, ada masa dimana saya begitu malas membuka Alkitab, bahkan malas berdoa kalau sedang tidak ada yang saya butuhkan. Tapi itu dulu, karena sekarang saya benar-benar merasakan betapa dekatnya Tuhan, dan Dia berbicara setiap hari dalam penyertaanNya yang luar biasa dalam hidup saya. Kita tidak akan bisa bertumbuh dengan instan, dan berharap bahwa dengan satu doa, lalu abrakadabra! Kita tiba-tiba langsung bertumbuh dalam dia. Satu doa, sim salabim, kita tiba-tiba merasakan dorongan yang kuat untuk ber-saat teduh dan membaca Alkitab. No, no...that's not the way it's supposed to be.

Memang benar, jika kita membaca 1 Korintus 3:7, kita akan melihat bahwa Allah-lah yang memberi pertumbuhan. Itu benar. Namun ada bagian yang harus kita lakukan. God does his part, but we have to do our part too. Ayat bacaan hari ini mengajarkan kita untuk terus melatih diri kita beribadah. "Latihlah dirimu beribadah." (1 Timotius 4:7b). Seperti halnya orang yang ingin tubuhnya sehat, mereka pun harus melatih diri mereka agar berolahraga secara teratur. Mau punya tubuh kekar? Pergi ke fitness centre dan bentuklah tubuh disana. Ingin pintar? Belajarlah sungguh-sungguh. Everything in life is a process. Termasuk juga pertumbuhan iman, haruslah melalui proses dimana ada bagian Tuhan, dan ada pula bagian kita, yang harus kita lakukan. Melatih diri untuk beribadah itu sangat penting, karena ada janji yang terkandung disana. Janji yang tidak saja berguna untuk kehidupan di dunia, namun juga untuk kehidupan yang akan datang. (ay 8).

Selain melatih diri, kita juga diajak untuk mematikan segala hal yang bersifat duniawi. "Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi..." (Kolose 3:5). Kita tidak akan pernah bisa bertumbuh dan hidup dalam Roh jika diri kita masih terus dikuasai oleh berbagai keinginan daging. Apabila kita menuruti apa yang diinginkan daging, maka kita akan mati, sebaliknya jika kita mematikan hal-hal duniawi dan membiarkan diri kita dipimpin oleh Roh, maka kita pun akan hidup. (Roma 8:13). Agar kita bisa bertumbuh dan menjadi milik Kristus, kita harus hidup dalam Roh, karena menjadi milik Kristus berarti ada Roh Allah yang diam di dalam kita. (ay 9). Roh Allah tidak akan diam di dalam kita jika kita terus membiarkan kedagingan mengambil alih kehidupan kita.

Dengan terus melatih diri untuk tekun dan rajin beribadah dan mematikan keinginan-keinginan duniawi, kita pun akan bertumbuh. Saya mengalami sendiri masa-masa dimana saya tidak bertumbuh dan hanya jalan di tempat dan sekarang merasakan sendiri bagaimana luar biasanya bertumbuh dari hari ke hari. Saya hanya ingin bilang, ada banyak hal yang akan anda lewatkan jika anda tidak bertumbuh. Bertumbuh dalam iman akan Kristus itu indahnya bukan main. Ada damai dan sukacita disana, ada kasih, ada kesabaran, ada pengharapan, dan lain-lain, semua itu begitu menguatkan saya dalam menjalani profesi dan kehidupan. Hidup dipimpin Tuhan itu luar biasa rasanya. Ada banyak hal yang disingkapkan, mata kita akan melihat segala sesuatu dari sebuah sudut pandang yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Itu semua adalah pengalaman yang saya alami sendiri. Berdoalah, minta Tuhan untuk melakukan bagianNya, dan lakukan pula bagian anda, dan anda akan bertumbuh. "Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya." (2 Petrus 3:18). Selamat bertumbuh!

Jangan berhenti hanya sebatas "rindu", namun lakukanlah bagian anda agar bisa merasakan pertumbuhan luar biasa dalam iman akan Kristus

Wednesday, December 17, 2008

Kegagalan Adalah Kesuksesan Yang Tertunda

Ayat bacaan: Ibrani 12:3
==================
"Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa."

kegagalan, putus asa, patah semangat, lemahDibalik satu kisah sukses biasanya terdapat seribu kisah kegagalan. Orang mungkin melihat bagaimana suskesnya seseorang, tapi lupa bagaimana orang itu jatuh bangun dan mengalami kegagalan berkali-kali sebelum akhirnya bisa mencapai kesuksesan. Hari ini mendung, dan rumah sangat gelap jika tidak ada lampu. Dan lampu tidak akan kita nikmati jika Thomas Alva Edison berkepribadian mudah menyerah. Thomas Alva Edison memang berhasil menemukan lampu, itu sebuah keberhasilan luar biasa, namun lihatlah berapa banyak hari-hari yang ia habiskan di laboratorium bawah tanah di rumahnya karena terus menerus menemui kegagalan. Tidak kurang dari 2000 percobaan gagal dialaminya, namun itu tidak membuatnya patah semangat, menjadi lemah atau putus asa kehilangan harapan. Thomas Alva Edison berkata: "I never failed once. It just happened to be a 2000-step process" Dia tidak pernah merasa gagal. Sesuatu yang dianggap orang sebagai kegagalan itu, bagi Edison adalah sebuah proses menuju keberhasilan. Pada akhirnya, 2000 langkah proses itu pun menjadi buah karyanya yang bisa kita nikmati sampai sekarang.

Dari kisah Edison kita melihat bahwa seseorang yang berhasil itu bukanlah manusia yang sempurna yang tidak pernah gagal. Mungkin satu-dua kali,mungkin puluhan, mungkin ratusan bahkan ribuan kali mereka akan membentur tembok, tapi semangat, ketekunan dan kerajinan membuat mereka tidak pernah menyerah. Begitu pula dengan keimanan kita. Jika kita melihat orang yang hidup benar, mereka pun pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi mereka mau belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya lagi. Dalam Amsal kita membaca: "Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." (Amsal 24:16) Paulus mengingatkan hal yang sama. "Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita." (Ibrani 12:1) Kita hidup ditengah banyak orang yang akan selalu memperhatikan hidup kita. Maka kita wajib meninggalkan beban dan dosa yang merintangi kita dan terus dengan tekun berusaha untuk hidup lebih baik lagi. Caranya tidak lain adalah melakukannya dengan mata yang tertuju pada Yesus (ay 2). Dan setiap kali kita merasa lemah dan hampir putus asa, arahkan pikiran kita pada Yesus yang tidak pernah menyerah pada tekanan dan siksaan demi menggenapi kehendak Bapa. (ay 3). Dalam melakukan pelayanannya, Paulus dan kawan-kawan pun tidak kurang sulitnya. Mereka pun mengalami berbagai bentuk penolakan, penindasan bahkan penganiayaan. Tapi mereka tidak menyerah. "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa." (2 Korintus 4:8-9). Dan seperti apa yang tertulis pada Ibrani 12:3, Paulus kembali mengulangi bahwa kuncinya adalah Kristus. "Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami."(ay 10). Dalam Kristus selalu ada pengharapan. Manusia yang tidak luput dari kesalahan, dan setiap hari kita pun akan selalu berhadapan dengan berbagai godaan dosa maupun kelalaian dan sebagainya. Yang penting, kita harus selalu mau belajar dari kesalahan dan terus bertekun dalam doa, mendalami firman Tuhan, dan tidak membiarkan berbagai kesalahan itu berlarut-larut, apalagi sampai menyerah pada dosa. 

Kegagalan adalah sukses yang tertunda, selama kita tidak putus asa, tidak patah semangat dan mau terus bertekun dalam perjalanan hidup kita. Jadikanlah kegagalan itu sebagai sebuah proses menuju keberhasilan. Tetaplah berlomba dengan tekun, belajarlah selalu dari kegagalan  dan jadilah orang yang berhasil keluar sebagai pemenang.

Jangan pernah putus asa karena dalam Kristus selalu ada pengharapan

Tuesday, December 16, 2008

Bergembira Dalam Kelelahan

Ayat bacaan: Amsal 15:13
====================
"Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat."

hati yang gembira, lelahTerkadang saya berpikir betapa manusia cenderung untuk sulit merasa puas. Selalu ada saja yang dikeluhkan, selalu ada yang kurang. Hal yang sama pun terjadi pada saya. Dulu, ketika saya belum memiliki pekerjaan, saya mengeluh dan terus berusaha dan meminta agar kiranya Tuhan memberkati saya dengan pekerjaan. Saat ini, ketika saya diberkati dengan pekerjaan yang begitu banyak sehingga saya tidak berhenti bekerja sejak pagi hingga lewat tengah malam selama beberapa hari terakhir ini, akhirnya malam ini tubuh saya terasa berontak. Saya merasa capai, uring-uringan dan akhirnya mengeluh. Jadi pengangguran mengeluh, punya pekerjaan banyak mengeluh. Tapi barusan saya mendapat teguran dalam hati saya, bahwa saya tidak boleh berlarut-larut membiarkan hal itu terjadi. Apa persisnya yang saya dengar? "manusia ini ya.. tidak punya kerja mengeluh, dikasih kerja mengeluh.." Itu perkataan yang saya dengar. Tuhan mengingatkan lagi pada saya, bahwa semua itu adalah berkat. Berkat yang bukan biasa-biasa, tapi luar biasa. Ada banyak orang yang mencari satu pekerjaan saja sulitnya bukan main, sedangkan saya tengah dipercayakan untuk melakukan banyak hal. Betapa keterlaluan jika saya malah mengeluh dan bukannya bersyukur bukan? Apalagi baru saja kemarin seorang murid saya berkata bahwa dia salut melihat saya, yang walaupun sedang sangat sibuk tapi tetap terlihat ceria seperti tanpa beban pikiran. Itu bentuk yang seharusnya ada dalam hidup anak-anak Tuhan. Tapi malam ini saya malah terpeleset dan kehilangan rasa gembira akibat terlalu lelah. Saya pun melakukan doa singkat, dan saat menulis renungan ini, saya sedang tersenyum. Saya kembali merasakan sukacita, merasakan kegembiraan ditengah kelelahan saya. Dan tubuh saya rasanya jauh lebih ringan.

Salomo menulis serangkaian hikmat mengenai hati yang gembira. Salah satunya adalah ayat bacaan hari ini: "Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat." (Amsal 15:13). Hati yang dipenuhi sukacita akan selalu membuat kita kelihatan ceria, sedangkan keluhan-keluhan akan mematahkan semangat kita. Selanjutnya Salomo berkata: "Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta." (Amsal 15:15) Bagaimana tidak buruk? Orang yang bersungut-sungut dan dipenuhi keluhan tidak akan bisa merasa senang dan bahagia. Tidak saja akan membuat perasaannya menjadi semakin tidak baik, tapi juga akan mempengaruhi orang-orang disekitarnya. Istri/suami, anak, orang tua, saudara, teman, tetangga, dan lain-lain, semua bisa kena getahnya. Padahal mereka tidak punya salah apa-apa. Dan ketika hati hanya dipenuhi amarah, kekesalan dan keluhan, semuanya pun terasa buruk. Lalu Salomo mengingatkan lagi: "Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang." (Amsal 17:22). Sebuah penelitian menyebutkan bahwa 9 dari 10 penyakit disebabkan oleh pikiran. Dan benarlah apa yang dikatakan Salomo, hati yang gembira merupakan obat yang manjur, tapi semangat yang patah (bandingkan dengan Amsal 15:13 diatas) akan mendatangkan penyakit, atau membuat kita terlihat jauh lebih tua sebelum waktunya.

Saat ini saya berpikir betapa pentingnya kita mengucap syukur dalam segala hal. Anda merasa lelah? Ada Tuhan Yesus yang meringankan beban kita dan memberi kelegaan. (Matius 11:28). Ketika anda merasa beban pekerjaan menyita begitu banyak waktu anda dan membuat anda begitu letih, segera arahkan pikiran anda untuk melihat dari sudut pandang bahwa semua pekerjaan itu adalah berkat dari Tuhan, yang dipercayakan pada anda sesuai talenta yang telah Dia anugrahkan. Jangan fokus pada keletihan dan kesusahan anda dalam menyelesaikan pekerjaan. It's a blessing from God, sesuatu yang seharusnya kita syukuri dan bukan malah membuat kita dipenuhi keluh kesah. Daud mengalami banyak permasalahan dalam hidupnya, tapi Dia tetap fokus kepada rasa syukur pada Tuhan ketimbang tenggelam dalam permasalahannya. "dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu." (Mazmur 37:4). Paulus juga mengingatkan kita untuk terus bersyukur dalam segala hal, baik maupun buruk. "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." (1 Tesalonika 5:8). Sesulit-sulitnya hidup, kita punya Kristus yang telah menyelamatkan kita dan menjanjikan kehidupan kekal penuh damai dan sukacita. Itu adalah hal yang luar biasa besar yang seharusnya mampu membuat kita selalu gembira dalam kondisi apapun.

Senyum saya semakin lebar sekarang, saat renungan ini mencapai akhir. Karena apa yang saya tuliskan juga sedang mengingatkan diri saya sendiri. Saya tidak merasa lelah lagi, karena beban itu telah diangkat dan digantikan dengan sukacita berlimpah. Haleluya. Saya mau bekerja dengan baik dalam segala perkerjaan yang telah dianugrahkan Tuhan pada saya dengan hati yang gembira, dan melakukannya sepenuh hati dengan sungguh-sungguh seperti sedang melakukannya untuk Tuhan (Kolose 3:23). Saya rindu mengajak teman-teman sekalian yang mungkin sedang merasakan kelelahan dalam pekerjaan juga untuk bersama-sama dengan saya mengembalikan kegembiraan dalam hati anda. "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!" (Filipi 4:4).

Gembira itu menyehatkan dan membuat awet muda. Gembira datang dari rasa syukur. Bergembiralah senantiasa

Monday, December 15, 2008

Broken Ceiling

Ayat bacaan: Matius 1:21
========================
"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Yesus Juru Selamat, menebus dosaHari ini ketika saya tengah mengajar, saya tiba-tiba terkejut bukan kepalang. Bagaimana tidak, langit-langit di ruang kelas saya tiba-tiba saja pecah tepat ditengah. Dan seseorang bergantung disana dengan tangannya. Ternyata orang itu adalah salah seorang karyawan di kampus yang tengah membersihkan atap. Maklum, di musim hujan seperti ini atap bisa bocor jika saluran pembuangannya dipenuhi daun-daun yang berjatuhan dari pohon tepat di samping kelas saya. Tanpa sengaja karyawan tadi menginjak bagian yang lapuk, dan akibatnya langit-langit itu jebol, dan dia pun tergantung di langit-langit ruangan. Atap ruangan kelas pun bolong, kami buru-buru menyelamatkannya dan menggeser komputer-komputer ke pinggir agar tidak terendam jika hujan turun.

Ketika dalam perjalanan pulang, saya diingatkan bahwa dosa bisa merusak diri kita seperti halnya atap di ruang kelas saya. Dosa yang mungkin sepintas terlihat nikmat, pada awalnya terasa manis, dapat membawa kehancuran cepat atau lambat. Dan kita semua tahu apa konsekuensi akibat kelalaian kita melanggar ketetapan-ketetapan Tuhan. Upah dosa tidak lain adalah maut.

Menjelang natal yang sebentar lagi akan kita rayakan, marilah kita mengingat kenapa Yesus turun ke dunia. Yesus datang bukanlah untuk menciptakan sebuah hari dimana kita berpesta, berkumpul bersama keluarga dengan makanan yang terhidang lengkap, untuk adanya hari libur dan sebagainya. Tapi kelahiran Yesus, seperti yang kita baca pada ayat bacaan hari ini punya tujuan sebagai ungkapan kasih yang luar biasa besar dari Tuhan, yaitu untuk menyelamatkan kita semua, manusia, dari dosa-dosa kita. Yesus adalah Juru Selamat. Itulah pesan yang disampaikan malaikat Tuhan kepada Yusuf, sekaligus mengingatkan kita semua akan tujuan kedatangan Yesus. Hari Natal memang kita peringati sebagai hari kelahiran Yesus Kristus ke dunia, tapi dari sudut pandang yang lebih luas, kita bisa melihat bahwa hari Natal merupakan peringatan akan besarnya kasih Allah pada kita, sebuah anugerah luar biasa yang diberikan Tuhan kepada dunia yang sudah penuh oleh dosa dengan menghadirkan AnakNya yang tunggal sebagai Juru selamat. "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23). Sebuah karunia yang sebenarnya tidak layak kita terima. Bayangkan apa jadinya hidup kita saat ini jika Yesus tidak datang dan menebus dosa kita, jika karya penebusan Kristus tidak terjadi. Tentu kita masih berada dalam kegelapan dengan hubungan dengan Tuhan dalam kondisi hancur dan terpisah. Tapi Tuhan tidak menghendaki itu terjadi. Yesus pun mengingatkan kita apa akibatnya jika kita menolak untuk mempercayai Yesus. "Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu." (Yohanes 8:24).

Manusia adalah karya masterpiece Tuhan, yang Dia ciptakan menurut gambarNya (Kejadian 1:27). Kemudian manusia mengalami kehancuran akibat jatuh dalam dosa. Tapi lewat Yesus kita diselamatkan dan mengalami pemulihan hubungan dengan Tuhan. Human is like a broken ceiling, but we can be restored when we give our hearts to Jesus. Haleluya!

Yesus datang ke dunia untuk memperbaiki kerusakan kita akibat dosa

Sunday, December 14, 2008

Kaleng Coca Cola

Ayat bacaan: Roma 5:20
===================
"Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah"

kaleng coca cola, kasih karuniaBanyak orang yang peduli pada dosa-dosa "berat", tapi sedikit yang memperhatikan dosa "ringan". Rasanya mayoritas orang akan tahu bahwa membunuh atau mencuri itu termasuk dosa, tapi tidak banyak yang peka untuk urusan kecil, seperti misalnya membuang sampah sembarangan di jalan. Dalam perjalanan beberapa hari yang lalu ketika saya berhenti di sebuah lampu merah, mobil di depan saya seenaknya melemparkan kaleng coca cola keluar dari jendela seenaknya. Dalam hati saya berkata, "itu termasuk dosa juga loh.." Beruntung orang itu tidak tinggal di Singapura, karena jika ia disana tentu ia akan mendapat hukuman denda dalam jumlah yang besar bahkan kurungan. Dan begitulah manusia, kita cenderung mentaati peraturan karena takut akan hukuman, bukan karena sebuah kesadaran dan kepatuhan dari diri sendiri. Apakah benar membuang sampah sembarangan itu termasuk dosa? Coba pikirkan, jika kaleng itu sampai melukai kaki orang yang menyeberang, atau jika tergiling oleh mobil dan menyebabkan ban orang bocor. Kaleng itu bisa membuat orang lain celaka. Littering atau membuang sampah sembarangan menunjukkan sebuah egoisme atau ketidakpedulian seseorang pada orang lain. Dan itu jelas dosa. Ketika saya melanjutkan perjalanan, dalam hati saya mendengar: "dosa membuang kaleng minuman sembarangan di jalan, tapi kasih karunia memungutnya."

Apa yang saya dengar dalam hati saya sejalan dengan ayat bacaan hari ini. Dunia ini sudah terlalu penuh dosa. Adanya pemeo yang mengatakan "peraturan ada untuk dilanggar" menunjukkan adanya tendensi manusia untuk mencari pembenaran dan kambing hitam dari pelanggaran-pelanggarannya. Dalam Roma 5:20 Paulus berkata bahwa semakin manusia berusaha mentaati hukum, semakin pula mereka melanggarnya dan karenanya berdosa terhadap Allah. Tapi lihatlah betapa Allah mengasihi manusia. Semakin manusia berbuat dosa, Allah semakin mencurahkan kasih karunianya secara berlimpah. Untuk apa? Tidak lain agar manusia bisa diselamatkan dan tidak harus berakhir sia-sia dalam api neraka. Itulah luar biasanya Tuhan yang tidak pernah ingin satupun dari kita tidak selamat. Bahkan Tuhan menganugerahkan AnakNya yang tunggal agar siapapun yang percaya pada Anak tidak akan binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16). Semua itu karena Tuhan begitu mengasihi kita.

Jika kita memiliki kasih karunia yang berasal dari Tuhan, kita akan tahu bahwa membuang kaleng coca cola sembarangan di jalan adalah perbuatan yang salah, dan kasih karunia akan menyadarkan kita untuk memungut kaleng itu agar tidak ada orang celaka karenanya. Itu sebuah perbuatan yang didasarkan kepedulian dan kasih terhadap orang lain. Roma pasal 5 ayat 12-21 menggambarkan sebuah perbandingan antara Adam dan Kristus. Ketika Adam melakukan pelanggaran, hal itu membuka pintu masuk bagi dosa sehingga dosa yang menimbulkan maut akhirnya menjalar pada semua orang.(Roma 5:12). Dalam lembaran demi lembaran Alkitab kita melihat bagaimana dosa hadir pada banyak sisi kehidupan manusia. Tapi Tuhan tetap mengasihi, karena lewat berbagai orang-orang pilihanNya pun Dia terus berusaha mengingatkan manusia untuk berpaling dari dosa. Bahkan karya terbesar yang menyelamatkan kita lewat penebusan Kristus pun adalah buah dari kasih Allah pada kita. Ketika akibat pelanggaran satu orang kita semua jatuh dalam dosa, dan karena dosa-dosa itu kita sebenarnya tidak layak menerima anugrah Tuhan, tapi Tuhan justru menghadiahkan kasih karunia melalui Yesus. "Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus." (ay 17). Jadi inilah kesimpulannya: "Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar." (ay 19). Kedatangan Kristus ke dunia membawa kasih karunia yang berlimpah yang akan membawa siapapun yang menerima-Nya untuk memperoleh keselamatan. Seperti halnya dosa yang berkuasa atas alam maut dan membawa kita menuju kematian, demikian pula kasih karunia memberi jalan bagi kita untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan memberi hidup yang kekal melalui Yesus Kristus. (ay 21).

Ketika dunia memilih untuk berbuat dosa, Tuhan menjawabnya dengan kasih karunia berlimpah. Itulah pribadi Tuhan yang penuh kasih. Kasih Tuhan ini sungguh luar biasa besar. Dengan analogi kisah kaleng coca cola diatas, apa yang dilakukan Tuhan sebenarnya jauh lebih dari sekedar "memungut kaleng", tapi Dia membersihkan hati pelakunya, yaitu manusia, dengan anugrah kasih karunia. Mari kita miliki kasih karunia yang berlimpah agar kita tetap hidup benar dan terhindar dari perbuatan dosa sekecil apapun.

Kasih karunia berlimpah-limpah adalah jawaban atas dosa manusia yang dianugrahkan Allah lewat Yesus Kristus

Saturday, December 13, 2008

Dia Buka Jalan

Ayat bacaan: Yesaya 43:19
====================
"Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara."

dia buka jalan, tuhan ajaibIngat lagu "Dia buka jalan" yang merupakan versi terjemahan karya Don Moen, "God Will Make A Way" ? "Dia buka jalan, saat tiada jalan..dengan cara yang ajaib, dibukaNya jalanku.." dan sebagainya.. Ini lagu yang tidak asing bagi saya. Ketika di awal perkenalan saya dengan Yesus ditengah pergumulan menghadapi ibu saya yang sedang sakit keras, lagu ini sungguh menguatkan saya. Malam ini sepulangnya saya dari undangan di sebuah pertemuan, lagu ini terus menerus hadir di dalam hati saya. Dan sepanjang jalan pun saya terus mengucap syukur dan berterimakasih pada Tuhan hingga sampai di rumah.

Dalam sebulan terakhir saya merasa begitu banyak pintu berkat dibuka. Ada berkat-berkat lewat caraNya yang ajaib dan tadinya terasa sangat tidak mungkin kini hadir begitu dekat. Memang hasil nyata belum ada yang terlihat, tapi bukankah jalan yang dibuka oleh Tuhan itu pun sudah merupakan mukjizat luar biasa? Setelah menerima Yesus, saya terus melatih diri untuk belajar akan satu hal: bahwa segala sesuatu haruslah sesuai dengan waktunya Tuhan, dan bukan menurut keinginan saya. Saya mengalami transformasi dari orang yang selalu pesimis dan dicekam kekhawatiran akan hari esok kemudian berubah menjadi orang yang hidup dengan keyakinan dan pengharapan penuh pada janji Tuhan. Tuhan selalu menyediakan rancangan damai sejahtera untuk menyongsong hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11), dan sangat dalam lewat pekerjaan-pekerjaanNya yang besar. (Mazmur 92:5). Dan ketika waktunya Tuhan tiba, kita pun akan melihat jalan-jalan yang terbuka lebar membentang di hadapan kita. Lihatlah betapa indahnya janji Tuhan dalam ayat bacaan hari ini. ""Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara." (Yesaya 43:19). Ya, Tuhan mampu membuat jalan di padang gurun masalah hidup dan sungai-sungai di padang belantara yang kering. Dalam banyak hal, Tuhan lebih suka menyediakan "kail" agar kita bisa memancing ketimbang menghadirkan "ikan" secara langsung. Mengapa demikian? Karena Tuhan tidak menyukai orang yang malas. Dia telah menyediakan segala sesuatunya dengan cukup agar kita mampu berusaha dan bekerja dengan giat. Begitu banyak orang yang tidak melihat apa-apa selain jalan buntu, sehingga sebuah jalan baru yang disediakan Tuhan lewat cara yang ajaib itu pun jelas merupakan sebuah berkat besar. Ketika kita tetap berhubungan dengan Tuhan dan menyerahkan hidup kita kepadaNya, mengetahui jalan menuju Kerajaan Allah berserta kebenarannya, maka segala sesuatu akan disediakan oleh Tuhan bagi kita (Matius 25:33), termasuk di dalamnya jalan-jalan yang Dia buka untuk melepaskan kita dari kesesakan dan memberkati hidup kita dengan penuh kelimpahan. Yang luar biasa, Tuhan telah menyediakan kasih karuniaNya dengan cukup lewat kecakapan, kemampuan dan talenta yang dapat kita pakai untuk bekerja dengan baik, merespon jalan demi jalan yang dibukaNya bagi kita.

"Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita." (Efesus 3:20). Ya, Tuhan memang luar biasa, karena Dia sanggup melakukan lebih dari apa yang kita doakan. Semua itu akan kita peroleh setelah kita menemukan Kerajaan Allah beserta kebenarannya. "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." (Matius 6:33). Kuncinya adalah percaya, percaya dan percaya. Adalah penting bagi kita untuk tetap hidup dalam pengharapan penuh dalam iman akan Kristus. "dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus." (Efesus 2:6-7). Jangan pernah menyerah, jangan cepat putus asa, karena Tuhan sanggup menyediakan segala kebutuhan bahkan lebih untuk anak-anakNya yang sungguh mengasihi Dia. Jadikan hidup anda sebagai kesaksian nyata, sehingga orang lain bisa mengenal Kristus dengan melihat betapa ajaibnya pekerjaan Tuhan dalam hidup anda. "Lihatlah di antara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab Aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan." (Habakuk 1:5).

Tuhan mampu buka jalan penuh berkat lewat caraNya yang ajaib

Friday, December 12, 2008

Yesus Memberi Kelegaan

Ayat bacaan: Matius 11:28
=========================
"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."

beban berat, kelegaan dalam Kristus, Yesus memberi kelegaanHari ini sehabis mengajar, saya melihat satu murid saya laki-laki melewati saya sambil menangis tersedu-sedu. Saya pun terkejut dan bertanya mengapa. Ternyata ia merasa tidak sanggup mengikuti pelajaran dan merasa tertinggal dibanding teman-temannya. Situasinya memang berat, karena sebelumnya dia belum pernah sekalipun menyentuh komputer. Dan ketika dihadapkan pada pelajaran-pelajaran untuk mendesain web dan grafis, dia pun merasa shock. Ketika bebannya terasa semakin berat, ia mulai patah semangat dan tidak lagi sanggup menahannya sehingga menangis. Saya kemudian berbicara padanya, menguatkannya dan memberi semangat, dan berjanji akan memberikan waktu ekstra kepadanya agar ia bisa mengejar ketertinggalannya. Setelah setengah jam, akhirnya dia tersenyum lagi.

Beban permasalahan hidup memang terkadang begitu berat untuk kita pikul. Jika untuk masalah kuliah saja orang bisa mengalami "breakdown" seperti murid saya tadi, saya membayangkan bagaimana jika beban itu ada dalam banyak segi kehidupan secara luas. Jangankan sekolah, untuk makan saja setiap hari mungkin sulitnya bukan main. Tidak heran jika banyak orang merasa tidak lagi punya solusi untuk hidupnya sehingga mengambil jalan pintas dengan cara bunuh diri. Di tempat saya tinggal, banyak orang menganggap saya kaya raya, meskipun saya sebenarnya jauh dari status kaya. Mengapa demikian? Karena saya selalu tampak seperti tidak punya beban, selalu senyum dan kehidupan rumah tangga saya pun terlihat "happy-happy" saja. Apa benar saya tidak punya permasalahan? Tentu saja seperti orang lain, saya pun punya masalah-masalah yang harus dihadapi. Jika saya tetap bisa tersenyum, tetap bersukacita dan tampil santai tanpa beban, itu semata-mata karena saya sungguh percaya ada Kristus yang bertahta di atas hidup saya dan keluarga saya, dan di dalam Kristus akan selalu ada pengharapan. Pengharapan bahwa segala sesuatu pasti ada jalan keluarnya, karena semua itu saya anggap sebagai proses yang tidak akan saya lalui sendirian, melainkan ada Yesus, Raja di atas segala Raja yang jauh lebih besar dari permasalahan seberat apapun. Dia akan selalu memberi kelegaan, dan di dalamnya ada keselamatan. Dari mana saya bisa yakin? Perjalanan hidup saya bersama Yesus menjadi sebuah rangkaian kesaksian nyata, dan saya terus melihat firman-firman Tuhan selalu digenapi. Haleluya, puji Tuhan.

Saya terlahir sebagai orang yang selalu khawatir. Tapi setelah saya menerima Kristus, maka hidup saya diubahkan total. Ini tepat seperti apa yang dikatakan Paulus."Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17). Tuhan Yesus tahu benar bagaimana kehidupan di dunia ini tidak pernah lepas dari beban masalah dan kesengsaraan. Maka lihatlah apa kata Yesus. Dia mengajak semua orang yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepadaNya, dan Dia akan memberi kelegaan. (Matius 11:28). Jika anda mau belajar untuk percaya sungguh-sungguh dan meletakkan hidup padaNya, semua itu akan anda rasakan secara nyata, seperti apa yang saya alami dan saksikan berulang kali dalam hidup saya. Ketika masalah mulai datang, kita akan mulai diserang "virus" kekhawatiran, merasa ketakutan dan sebagainya. Tapi Yesus kembali mengingatkan kita dengan panjang lebar dalam Injil Matius 6:25-34. "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?" (Matius 25:34). Jika burung-burung di langit pun diberi makan oleh Bapa, atau rumput yang umurnya pendek pun didandani langsung oleh Allah, tidakkah kita jauh lebih berharga dari itu semua? (ay 26,30) Dan Yesus pun kemudian mengingatkan agar kita tidak perlu khawatir tentang makan, minum dan pakaian. (ay 31). "Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu." (ay 32). Yang penting bagi kita adalah terlebih dulu mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua itu akan disediakan bagi kita. (ay 33). Ini janji Allah yang pasti. Dalam Yesus, kita akan mendapat kelegaan, kedamaian, sukacita, keselamatan, dan tentu saja akan selalu ada pengharapan.

Saya rindu melihat lebih banyak lagi senyum penuh sukacita hadir di sekitar kita, dimana kekhawatiran akan lenyap digantikan kelegaan dan pengharapan dalam Yesus. Apakah saat ini anda salah satunya yang tengah ditimpa berbagai masalah dan mulai kehilangan harapan? Datanglah pada Yesus yang akan melepaskan anda dari beban berat. Sebagai anak-anak Tuhan pun kita harus selalu menjaga iman kita agar tetap teguh. Alangkah ironisnya jika kita yang sudah menerima Yesus tapi masih terus dicekam kekhawatiran dan ketakutan. Karena itu, mari kita percaya dengan sepenuh hati janji Tuhan di atas, agar hidup kita bisa menjadi bukti nyata bahwa hidup bersama Yesus itu memang beda.

Ketika hidup semakin sulit, datanglah pada Yesus yang akan memberi kelegaan

Tidur (10)

 (sambungan) Menghadapi masalah hanya memandang pada masalah, itu bahaya. Menghadapi masalah tanpa iman, itu pun bahaya. Iman seperti yang d...