Sunday, September 7, 2008

Bad Day? No Way!

Ayat bacaan: Amsal 15:15
=====================
"Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta."

bad day, hari buruk
Lagu Bad Day nya Daniel Powter terasa seperti menepuk-nepuk pundak saya hari ini... Hari dimulai dengan dibangunkan pagi benar oleh montir yang hendak memperbaiki mobil saya sebelum ia berangkat kerja ke bengkelnya. Air sudah dua hari tidak jalan, dan dua hari ini kami kesulitan air. Piring dan gelas bertumpuk di dapur, begitu juga baju karena tidak ada air untuk mencuci. Jangankan mencuci, untuk mandi pun sulit. Di saat hendak berangkat kerja, mobil mogok lagi! Dan kalau itu belum cukup, gaji saya juga tertahan, belum dibayar tanpa alasan jelas. Orang mungkin maklum kalau rentetan masalah yang terjadi hari ini bisa membuat saya cepat emosi dan kesal. Tapi tidak, saya tidak mau diracuni dengan rasa kesal. Ketika menulis renungan ini, saya sedang berpesta dalam hati saya. Kok?

Saya punya satu pandangan baru sejak lahir baru, "it's all in the state of mind." Ketika hal-hal buruk terjadi, itu tidak berarti semuanya buruk. Dalam segala masalah yang menimpa, pasti ada juga hal-hal baik yang terjadi. Ya, air mati, mobil mogok, gaji belum cair, tapi di hari yang sama saya masih diberkati dengan kesehatan, masih bisa menulis renungan sambil mendengarkan musik, masih diberkati istri yang luar biasa yang saat ini sedang duduk di samping saya, serta dua anjing chihuahua lucu yang sedang bermain-main dengan riang di sekitar kami tanpa masalah. Di atas segalanya, saya tahu Yesus masih beserta kami sekeluarga, dan itu yang terpenting. Mau fokus ke arah yang mana? ke arah hal buruk atau hal baik, itu semua tergantung kita. Dalam hari yang paling indah sekalipun, kalau kita memusatkan pikiran pada hal buruk, maka hari yang indah itu akan berlalu sia-sia. Tepat seperti kata Salomo, jika hati tetap gembira, maka dalam kondisi apapun kita akan selalu berpesta.

Lord is good! Itu yang ingin saya katakan sejak awal. Berbagai masalah yang terjadi hari ini bukanlah berarti Dia sedang tidak peduli pada saya. Kesusahan boleh saja datang ke dalam hidup, tapi Yesus tetap membawa penghiburan yang penuh sukacita. Saya tidak tahu apakah besok air akan hidup kembali, saya tidak tahu kapan gaji akan cair, saya tidak tahu berapa ongkos yang harus saya keluarkan agar mobil bisa jalan lagi, tapi biarlah itu menjadi ujian buat esok hari. "Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari." (Mat 6:34). Yang pasti, kemarin, saat ini dan besok, Tuhan selalu ada beserta kami. Karena mobil mogok, hari ini saya diantar kerja oleh istri saya dengan sepeda motor. Untuk pertama kali dia memberanikan diri mengendarai motor di jalan raya, dan itu jadi salah satu memori indah untuk dikenang. Kalau mobil tidak mogok, satu memori indah pasti terlewatkan.

Memiliki Yesus dalam hidup kita bukan berarti kita akan 100% hidup tanpa masalah. Tapi kehadiran Yesus akan selalu membawa damai sukacita dalam hidup yang mampu membuat hati kita terus berpesta dalam kondisi apapun. Indah bukan? Saat ini saya tersenyum, geli juga rasanya membayangkan tumpukan masalah yang terjadi. Menderita karena masalah itu biasa, tapi bersukacita dalam kesusahan, itu beda. Dan semuanya dimungkinkan karena Yesus bertahta dalam diri kita. It's all in the state of mind, the mind that is set toward Jesus.


Tersenyumlah dalam kesusahan, karena dalam Yesus ada sukacita dan damai sejahtera

Saturday, September 6, 2008

Tiada Yang Tersembunyi

Ayat bacaan: Yesaya 29:15
====================
"Celakalah orang yang menyembunyikan dalam-dalam rancangannya terhadap TUHAN, yang pekerjaan-pekerjaannya terjadi dalam gelap sambil berkata: "Siapakah yang melihat kita dan siapakah yang mengenal kita?"

Ada pepatah yang mengatakan, dunia hanya selebar daun kelor. Pepatah ini semakin lama semakin terbukti. Lewat teknologi modern kita dapat melihat kejadian-kejadian di berbagai belahan bumi manapun. Ada satelit yang berputar-putar di atas sana yang bisa menghubungkan berbagai sisi dunia secara langsung. Saat ini rasanya sudah sangat sulit mencari tempat yang benar-benar bebas dari pengamatan, perhatian atau penglihatan orang. Pembicaraan lewat telepon pun tidak lagi aman. Skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang baru-baru ini heboh bisa terbongkar lewat penyadapan telepon. Dengan penyadapan itu kita bisa mendengar percakapan mereka ketika merencanakan penipuan. Pada suatu kali teman saya sambil tertawa berkata, "dinding pun bisa mendengar.. tidak ada lagi privasi di dunia ini." Bagaimana di dunia maya? Sebuah gambar humor lucu ini bisa menggambarkan jawabannya.

Tuhan tahu segalanya

Google dianggap banyak orang melanggar hak-hak privasi lewat fasilitas-fasilitas yang mereka sediakan. Humor satire yang ditampilkan pada gambar diatas dengan sinis menggambarkan bahwa kelak pada tahun 2084 google bisa mengetahui semua data kehidupan manusia. Berlebihan atau tidak, dari semua ilustrasi diatas kita bisa mendapat satu kesimpulan, bahwa untuk menyembunyikan sesuatu akan terus semakin sulit.

Jika dunia saja sudah sanggup mengetahui segala sesuatu yang kita kerjakan, apalagi Sang Pencipta kita. Dia yang menciptakan kita, dia tahu semua tentang kita; apa yang kita kerjakan, apa yang kita pikirkan, apa yang kita sembunyikan, semuanya Dia tahu. Jika manusia diibaratkan sebagai tanah liat yang dibentuk oleh tukang periuk, dapatkah tanah liat berkata bahwa tukang periuk tidak tahu apa-apa mengenai tanah liat yang dibentuknya? (Yesaya 29:16). Ketika manusia dengan sedaya upaya mencoba menyembunyikan berbagai rahasia, mungkin dunia bisa tertipu buat sementara waktu, tetapi tidak akan pernah bisa menipu Tuhan. Berbagai dosa, penipuan dan kejahatan yang kita sembunyikan, walau serapi apapun tetap terlihat jelas oleh Tuhan.

Pada Mazmur 10:4-11 tertulis bahwa orang fasik selalu berpikir bahwa mereka bisa menyembunyikan kejahatannya dari Tuhan. Mereka ini akan sibuk menyembunyikan segala sesuatu yang mereka lakukan, berdalih dengan seribu satu alasan, menyangkal segala kejahatannya, menutupi dengan berbagai cara lewat penyuapan dan lain-lain. "Ia berkata dalam hatinya: "Allah melupakannya; Ia menyembunyikan wajah-Nya, dan tidak akan melihatnya untuk seterusnya." (Mazmur 10:11). Mereka lupa bahwa ada Tuhan yang melihat segalanya dan tidak akan pernah bisa disuap. Dalam Yehezkiel 8:12 kita bisa lihat bahwa pikiran bahwa Tuhan tidak melihat kejahatan manusia tidak hanya menimpa para koruptor dan pelaku kejahatan, tapi bisa pula menimpa tua-tua Israel, orang-orang yang seharusnya menjadi panutan.

Kita semua telah ditebus dengan sangat mahal oleh darah Kristus. Oleh karenanya kita harus menjaga diri kita agar tidak terpeleset pada dosa lagi. Segala dosa bisa diketahui oleh Tuhan dan tidak akan pernah bisa kita tutupi. Dan ingatlah bahwa ada konsekuensi yang harus kita tanggung dalam setiap dosa yang kita lakukan. Jangan sampai apa yang telah dilakukan Kristus bagi kita menjadi sia-sia karena berbagai perbuatan kita yang menyimpang.

Dalam sudut yang paling tersembunyi pun Tuhan tahu apa yang kita perbuat

Friday, September 5, 2008

Singsingkan Lengan Baju

Ayat bacaan: Yakobus 2:18
=========================
"Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."

iman tanpa perbuatan adalah matiAda pepatah yang mengatakan, "tuntutlah ilmu setinggi langit". Saya yakin jika sanggup, tidak ada yang mau mencari ilmu ala kadarnya saja. Semua orang tentu ingin pintar. Orang tua pasti akan mati-matian menyekolahkan anaknya setidaknya hingga jenjang perguruan tinggi. Biaya pendidikan sekarang semakin melonjak naik dari tahun ke tahun. Ada perguruan tinggi yang dalam setahun saja sudah menaikkan uang pembangunan sampai dua kali lipat. Untuk memasukkan anak ke SD yang punya kualitas baik saja sekarang biayanya sudah mencapai jutaan rupiah. Entah bagaimana tahun-tahun ke depan. Untuk apa menuntut ilmu hingga setinggi langit? Tentunya kita berharap, semakin tinggi ilmu yang kita miliki, semakin besar pula peluang untuk memiliki pekerjaan yang lebih baik. Semakin banyak yang kita pelajari, kita akan tahu lebih banyak. Setidaknya secara teoritis bakal demikian. Bayangkan jika ada orang yang belajar hingga mencapai S2 bahkan S3, tapi tidak pernah bekerja. Ilmunya tidak akan berguna sama sekali dan tidak akan menghasilkan apa-apa.

Iman pun demikian. Ada banyak orang yang kalau dilihat hidupnya sangat religius. Tidak pernah lupa ke gereja, selalu berdoa sebelum makan, menjauhi hal-hal yang dilarang Tuhan, tapi tidak didukung sikap atau tindakan yang menunjukkan ketaatan mereka pada Tuhan. Ada yang malah menjadi batu sandungan bagi orang lain. Ada seorang teman saya yang sejak lahirnya sudah terdaftar sebagai orang kristen, namun dia selalu takut melewati tempat gelap. Berkali-kali ia bercerita bahwa di kamarnya mungkin ada penunggunya. Ketika temannya merasa rumah mereka diganggu setan, ia pun tidak berani berbuat apa-apa dan malah meminta saya, yang belum satu dasawarsa menerima Tuhan Yesus, untuk membantu temannya itu. Ada pula beberapa teman yang hobinya mengkotbahi orang sembari menjelek-jelekkan kepercayaan lain. Hal ini menunjukkan bahwa antara ke-religiusan dan perbuatan belumlah tentu sejalan.

Dalam ayat bacaan hari ini kita melihat bahwa Yakobus pun menyadari demikian. Iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong (Yakobus 2:20). Dia lebih jauh berkata bahwa iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati (Yakobus 2:17). Atau selanjutnya, "Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati" (Yakobus 2:26). Jangan puas dengan kehidupan religius tanpa dibarengi dengan perubahan sikap dan perbuatan nyata, karena dengan demikian kita belum menunjukkan diri sebagai anak Allah yang taat dan percaya. Tuhan ingin agar kita hidup semakin baik, menyatakan kemuliaanNya kepada banyak orang dengan kasih.Tuhan ingin kita menjadi orang yang sabar, tidak sulit memaafkan, dan mampu menguasai diri kita. Sebuah perubahan menjadi lebih baik, dimana orang bisa melihat bahwa ketika menerima Yesus hidup anda diubahkan secara luar biasa, itulah yang diharapkan Tuhan. Jika tadinya orang tidak suka berteman dengan anda, sekarang tanpa anda, terasa seperti ada yang kurang. Kehadiran anda membawa sukacita bagi teman-teman, mereka yang tengah kesulitan akan merasa tenang di dekat anda, itulah yang diinginkan Tuhan. Ayo, singsingkan lengan baju, karena masih banyak yang bisa kita lakukan.

Iman dengan perbuatan adalah iman yang hidup, yang berkenan dihadapan Tuhan

Thursday, September 4, 2008

Kantong Anggur Baru

Ayat bacaan: Markus 2:22
=========================
"Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."

kantong anggur baru
Berapa banyak plastik yang dipergunakan sehari-hari ketika berbelanja ke supermarket? Ada sebuah hypermart yang mengeluarkan produk tas belanja ramah lingkungan. Saya tidak tahu apakah di kota-kota lain tas belanja ini juga dipergunakan, tapi di kota saya tas ini dijual dengan harga Rp 10.000 dan bisa ditukar gratis apabila rusak. Tas ini tentunya lebih kuat dari plastik kresek yang gampang sobek jika diisi terlalu berat, apalagi jika dipakai berulang-ulang. Tapi meskipun tas belanja ini lebih kuat, jika dipergunakan terus menerus lama kelamaan pasti rusak juga. Jika tas yang kita pakai itu sudah terlalu lama dipakai untuk menampung beban berat, bisa dibayangkan seandainya tas tiba-tiba sobek dan isi belanjaan kita tumpah keluar. Beberapa belanjaan yang tidak tahan banting, seperti telur misalnya, akan pecah. Baik tas dan barang akan terbuang sia-sia.

Di masa kehidupan Yesus, anggur disimpan di dalam kantong kulit. Kantong tersebut biasanya meregang setelah dimasuki anggur, karena anggur terus mengalami fermentasi, dan kemudian mengeras. Bisa dibayangkan jika kantong tua yang sudah mengalami peregangan diisi kembali dengan anggur baru. Anggur baru itu akan melanjutkan proses fermentasinya dan beresiko mengoyak kantong tua. Akibatnya anggur akan tumpah terbuang, demikian pula dengan kantong yang telah koyak tidak akan bisa dipergunakan kembali. Baik tas belanja di atas, maupun kantong anggur memberi satu gambaran yang sama: kerusakan bisa terjadi apabila wadah yang dipakai sudah terlalu tua dan tidak lagi layak guna.

Tuhan selalu mencurahkan anggur baru yang terbaik buat kita semua. Anggur baru akan memberi kita kapasitas maksimal dalam kehidupan, pekerjaan dan pelayanan. Jika kita tidak mempersiapkan hati kita untuk menerima anggur yang tercurah dari Tuhan, kita bisa kehilangan begitu banyak berkat. "Kantong" hati kita tidak mampu menampung curahan berkat, dan akibatnya berkat akan terbuang sia-sia tanpa kita sadari. Jika kita tidak menjaga hati dengan baik, jika kita masih memiliki hati lama yang menyimpan banyak dendam, iri hati, tidak menjaga kekudusan dan lain-lain, hati kita tidak akan bisa menerima berkat Tuhan. "Kantong" lama harus kita ganti dengan "kantong" hidup baru, sehingga kita bisa menerima berkat Tuhan secara maksimal, dan mempergunakan seluruh "anggur baru" yang dicurahkan Tuhan dengan kapasitas maksimal dalam hidup kita. Persiapkanlah diri anda dengan maksimal, sehingga tidak ada lagi segala sesuatu yang dipercayakan Tuhan pada kita terbuang sia-sia.

Kantong lama tidak sanggup menampung anggur baru, maka gantilah kantong anda dengan kantong hidup yang baru

Wednesday, September 3, 2008

Mewariskan Iman Turun Temurun

Ayat bacaan: 2 Timotius 1:5
===========================
"Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu"

teladan ibu, renungan harianAda banyak orang mencapai sukses berkat perjuangan orang tuanya. Dalam kotbah salah satu pendeta, saya pernah mendengar kisah seorang ibu yang diam-diam mengumpulkan beras sisa ayakan demi membayar sekolah anaknya. Ibu saya dulu mengorbankan karirnya, berhenti menjadi dokter agar fokus dalam membesarkan saya dan adik. Setelah kami berdua dewasa, barulah ibu kembali membuka praktek. Di sisi lain, ada banyak juga anak yang hancur hidupnya, karena tidak mendapatkan contoh yang baik di rumah. Keluarga yang retak, orang tua yang sering bertengkar, ayah atau ibu selingkuh, orang tua korupsi dan lain-lain membuat anak-anak mereka menjadi lepas kendali dan hidupnya berantakan.


Sadar atau tidak, anak akan mencontoh perilaku orang tuanya dalam kehidupan sehari-hari. Ketika sebagian orang berpikir bahwa mereka bisa memerintahkan anak untuk rajin berdoa, rajin ke gereja, sementara mereka tidak memberi contoh yang sama, si anak pun berpotensi untuk menganggap itu semua hanyalah sebuah perintah dari orang tua semata. Ketika sebagian orang tua terlihat rajin beribadah, tapi kehidupannya tidak mencerminkan ajaran Tuhan, anak akan menganggap bahwa semua itu hanyalah seremonial rutin yang tidak membawa manfaat apapun. Tidak jarang hal demikian menimbulkan kepahitan dalam perkembangan si anak. Anak pelayan Tuhan sekalipun tidak menjamin mereka untuk tumbuh menjadi anak yang takut akan Tuhan, jika orang tuanya tidak memberi teladan yang benar dari kehidupan mereka untuk dicontoh.

Ayat hari ini memberi gambaran menarik akan hal itu. Timotius dikenal sebagai anak rohani Paulus, seperti yang tertulis dalam 1 Timotius 1:2. Di usia mudanya, Timotius menjadi teman sekerja Paulus dalam melayani. Ketika saya mencari tahu latar belakang dari Timotius, ternyata awal perjumpaan Paulus dengan Timotius tertulis di Kisah Rasul 16:1. Ibu Timotius adalah seorang Yahudi yang telah menerima Yesus, sedang ayahnya orang Yunani. Ayat hari ini menjelaskan bahwa ternyata ibu dan nenek Timotius mempunyai peran sangat penting dalam mendidiknya. Nenek dan ibunya memberi teladan hidup yang baik bagi Timotius. Selanjutnya kita bisa baca di dalam 2 Timotius 3:15 bahwa sejak kecil, Timotius telah dikenalkan dengan alkitab, sehingga dirinya diberi hikmat dan dituntun pada keselamatan oleh iman kepada Kristus. Semua ini berasal dari iman neneknya, Lois, kemudian turun pada ibunya, Eunike.

Peran seorang ayah adalah sangat penting dalam perkembangan jiwa dan kepribadian anak, peran ibu pun tidak kalah pentingnya, seperti yang ada pada Amsal 1:8 : "Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu". Bahkan dari uraian di atas, peran nenek pun punya andil dalam kehidupan kita. Keteladanan yang baik akan diwariskan secara turun temurun, demikian pula contoh buruk, akan diwariskan secara turun temurun. Berilah contoh yang baik kepada anak-anak, bukan hanya lewat teori dan perintah, namun yang lebih penting lewat cara kehidupan kita. Anak-anak selalu memperhatikan hidup kita tanpa kita sadari, dan contoh perilaku yang baik, hidup yang kudus, penuh kasih, akan membuat mereka menjadi anak-anak terang yang mengenal pribadi Tuhan sejak usia mudanya. Sudahkah anda memberi keteladanan yang baik pada mereka?

Anak terbentuk sesuai contoh yang mereka lihat dari orang tuanya. Jagalah hidup kita agar kita tidak mewariskan hal yang buruk bagi mereka

Tuesday, September 2, 2008

As A Man Thinketh

Ayat bacaan: Amsal 23:7
====================
"Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia."

as a man thinketh, we are what we think
Ada sebuah buku yang cukup menggemparkan ketika pertama kali diterbitkan pada tahun 1902. Karya James Allen itu berjudul As A Man Thinketh (Seperti Yang Dipikirkan Seseorang), bercerita tentang kekuatan pikiran untuk menjadi sukses. Kata As A Man Thinketh diambil dari bagian pertama kitab Amsal 23:7. Mungkin dalam bahasa Indonesianya kurang jelas, seperti yang dapat dibaca pada ayat bacaan hari ini. Tapi dalam bahasa Inggris versi King James, ayat tersebut berbunyi: "For as he thinketh in his heart, so is he." Kurang lebih kalau diterjemahkan dalam bahasa sehari-hari bunyinya: You Are What You Think. Banyak orang berpendapat bahwa apa yang ditulis James Allen tidaklah alkitabiah karena memusatkan segala sesuatu pada pikiran manusia dan bukan pada Tuhan. Banyak pula yang berpendapat bahwa apa yang perlu kita jaga sebenarnya adalah hati. Tidak salah, karena Amsal 4:23 berkata "jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan." Lebih lanjut Salomo berkata lagi, "Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu."(Amsal 27:19). Tapi apakah benar pikiran tidak mempunyai peran sama sekali bagi kita?

Saya tidak akan fokus kepada benar tidaknya karya James Allen menurut alkitab. Yang ingin saya tulis hari ini adalah bagaimana korelasi antar pikiran dengan perkembangan iman kita. Sadar atau tidak, pikiran kita adalah salah satu faktor besar yang menentukan seperti apa hidup kita, dan bagaimana hidup kita ke depan. Jika pikiran kita negatif, maka hidup kita pun akan penuh dengan hal-hal negatif. Selalu curiga, sulit percaya, pesimis, keraguan, misalnya, adalah beberapa diantaranya. Sebaliknya jika seseorang punya pikiran positif, maka hidupnya pun akan berisikan hal-hal positif. Semangat, jujur, tekun, tabah, optimis, tidak berburuk sangka dan hal positif lainnya akan menjadi pola kehidupan mereka. Pikiran negatif akan membuat orang hidup tanpa pengharapan. Dan hidup tanpa pengharapan tidaklah sesuai dengan apa yang diinginkan Tuhan buat kita. Orang yang pikirannya jahat hidupnya akan penuh dengan hal-hal jahat seperti menipu, mencuri, menyakiti dan lain-lain. Sebaliknya orang yang pikirannya baik akan berlaku santun pada orang lain, tidak cepat menuduh tanpa bukti dan sebagainya. Artinya, you are what you think, atau as a man thinketh, memang berpengaruh dalam kehidupan kita.

Jika demikian, kemanakah sebaiknya pikiran kita dipusatkan, agar pikiran kita tetap sehat dan tidak terkontaminasi dengan berbagai pikiran negatif, jahat atau kotor? Daud berkata, "TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?" (Mazmur 27:1). Ayat ini berbicara mengenai kehidupan orang percaya yang berpusat pada Tuhan. Di dalam ayat ini terkandung pengertian bahwa selalu ada pengharapan dan keyakinan jika kita berpusat pada Tuhan. Dalam kesempatan lain, Tuhan Yesus berkata, "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." (Yohanes 14:27). Yesus adalah harta kita terbesar, dan berpusat padaNya kita akan mendapat damai sejahtera Kristus, yang tidak akan pernah sama seperti yang dapat diberikan dunia pada kita. Kemudian dalam Filipi 4:8, Paulus berkata "Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu." Paulus mengajak kita semua untuk mendasarkan pikiran kita terhadap hal-hal positif.

Pikiran negatif cepat atau lambat akan merusak hidup kita, mengganggu kesehatan kita dan akan menjauhkan sukacita dari kehidupan kita. Hati memang harus kita jaga dengan baik, tapi jangan lupa pikiran kita pun harus selalu kita pelihara baik. Kita bisa meraih sukses, berkat akan turun atas usaha kita, bukan karena segalanya berpusat pada pikiran kita, tapi karena kita menaklukkan pikiran kita untuk berpusat pada Kristus.


We are what we think, put our thought based on Christ and be blessed!

Monday, September 1, 2008

Harga Manusia

Ayat bacaan: 1 Petrus 1:18-19
========================
"Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat."

human trafficking, perdagangan manusia, berharga di mata TuhanHuman trafficking atau perdagangan manusia merupakan masalah global yang masih cukup sulit untuk diatasi. Data statistik perdagangan manusia cukup memprihatinkan. Meski data sebenarnya sulit untuk diperoleh, namun diperkirakan setiap tahunnya sekitar 600.000 - 800.000 wanita dan anak-anak menjadi korbannya diseluruh dunia. Dari jumlah diatas, korban di Asia mencapai total terbanyak yaitu sekitar 375 ribu, dimana 200.000-225.000 diantaranya berasal dari Asia Tenggara. Indonesia merupakan kontributor terbesar di Asia Tenggara. Tekanan ekonomi yang berkepanjangan, kesulitan hidup yang membuat banyak keluarga berantakan, rendahnya tingkat pendidikan sehingga mudah terbuai bujuk rayu dan tertipu menjadi alasan utama mengapa kasus perdagangan manusia banyak terjadi di Indonesia. Di sisi lain, tingginya permintaan di beberapa negara, umumnya permintaan untuk dijadikan objek seksual membuat banyak orang jahat yang melihatnya sebagai sebuah peluang usaha. Tidak heran begitu banyak wanita dan anak-anak dibawah umur yang tertipu dengan iming-iming kerja di luar negeri, kemudian mengalami pelecehan seksual dan dijadikan budak seks. Ini baru bicara soal penipuan. Di kota kelahiran saya, sekitar tahun 1998, ada seorang ibu pemilik warung kopi yang rela menjual keperawanan anaknya yang masih dibawah umur. Ia "melelang" anaknya untuk ditawar selama seminggu, penawaran tertinggi akan mendapatkan keperawanan si anak. Akhirnya seorang pria tua memenangkan tawaran itu dengan "ganti rugi" hanya 1 juta rupiah. Sungguh keterlaluan.

Ketika banyak orang tua yang rela menjual anaknya baik dengan iming-iming kerja di luar negeri maupun terang-terangan seperti si ibu pemilik warung diatas, saya jadi berpikir, berapa sih sebenarnya harga seorang manusia? apakah harga manusia itu hanya sesuatu yang relatif dan bisa dinilai dengan segepok uang saja? Apa yang mendasari penetapan harga manusia? Rasanya keterlaluan ketika orang merasa berhak untuk memperdagangkan manusia, karena manusia bukan diciptakan oleh manusia, tapi oleh Tuhan.

Di mata Tuhan, manusia punya nilai sangat tinggi. Ayat bacaan hari ini menggambarkan bahwa kita semua begitu berharga di mataNya. Kita bukan ditebus dengan barang fana, harta kekayaan atau benda-benda yang sifatnya sementara, tapi oleh darah Kristus, yang tak bernoda dan bercacat. Segala dosa kita dan Bukankah ini sesuatu yang luar biasa, bukti nyata bahwa kita sangat berharga di mata Tuhan? Kita semua dilukis pada telapak tanganNya, dan tetap ada dalam ruang mataNya (Yesaya 49:16). Tuhan begitu mengasihi kita, maka Dia mengorbankan anakNya yang tunggal untuk menyelamatkan kita (Yohanes 3:16), merancang masa depan penuh harapan dalam damai sejahtera bagi kita semua (Yeremia 29:11), dan menyediakan kita semua hingga berkelimpahan (Matius 13:12). Ini semua fakta bahwa kita bernilai sangat tinggi, sangat istimewa, sangat berharga di mata Tuhan.

Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya (Efesus 1:7). Kita memperoleh pengampunan dosa dan keselamatan oleh darah Kristus sendiri. Bukan hanya ditebus, tapi malah kita dibenarkan oleh darahNya,dan karenanya kita diselamatkan dari murka Allah. (Roma 5:9). Inilah harga manusia di mata penciptanya. Hanya orang yang tidak menghargai ciptaan Tuhan-lah yang tega menjual manusia. Karena kita semua telah dibayar lunas langsung dengan darah Kristus di atas kayu salib,kita tidak boleh lagi menjadi hamba manusia. (1 Korintus 6:20). Kita semua harus menjaga diri kita baik-baik, hidup penuh kekudusan, bukan karena kita punya sejumlah harga di mata manusia, tapi karena kita sungguh berharga di mata Tuhan.

Hargailah diri sendiri dan sesama, karena kita semua sangat bernilai bagi Tuhan, Pencipta kita

Tidur (10)

 (sambungan) Menghadapi masalah hanya memandang pada masalah, itu bahaya. Menghadapi masalah tanpa iman, itu pun bahaya. Iman seperti yang d...