Sunday, May 6, 2012

Buah Manis dari Ketaatan

webmaster | 8:00 AM |
Ayat bacaan: Amsal 13:13
=====================
"Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan."

buah ketaatan"Wah, kalau harus jujur-jujur banget bisa rugi dong.. ini perusahaan saya, jadi kamu jangan ikut campur!" Demikian ucap atasan dari teman saya ketika teman saya berusaha mengingatkannya agar jangan terus menipu dalam berbisnis. Ia suka melakukan cara-cara curang terhadap pembeli atau bahkan agen-agennya sendiri. Karena tidak mau ikut terlibat dan tidak nyaman bekerja di tempat seperti itu, teman saya pun kemudian memutuskan untuk berhenti saja. Lagi-lagi ia harus rela dikatakan bodoh oleh teman-temannya. "Di jaman sulit seperti sekarang ini, hanya orang bodoh yang berhenti bekerja karena sok jujur." Begitulah ceritanya kepada saya. Tidak lama setelah itu, mantan atasannya yang suka curang itu ternyata tersandung masalah. Penipuannya diketahui oleh salah seorang agen dan ia pun diproses oleh pihak berwajib. Usahanya pun kemudian harus tutup. Akan halnya teman saya tadi, dalam waktu yang tidak terlalu lama ia mendapat pekerjaan di tempat baru yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Disana ia tidak harus bekerja dengan pergumulan iman. "Tidak pernah sia-sia memang untuk taat, meski awalnya saya harus melewati saat-saat sulit.." katanya sambil tersenyum. Apa yang ia alami pernah pula dialami oleh orang lain, termasuk saya meski tidak persis sama. Ada kalanya kita harus merugi, baik rugi materi maupun waktu kalau mau terus berjalan dalam ketaatan. Mengurus KTP, paspor, SIM, Kartu Keluarga atau urusan-urusan dokumen lain misalnya, kita akan menjadi sulit jika mau berlaku jujur. Tidak jarang kita malah dipersulit oleh oknum-oknum disana jika tidak memilih calo. Petugas resmi bekerjasama dengan calo dan mendapat bagian dari setiap kecurangan, itu sudah menjadi hal yang wajar saat ini di instansi manapun. Jadi jika kita memilih untuk jujur, kita malah repot. Waktu terbuang berhari-hari, ongkos yang keluar untuk bolak balik bisa besar. Tapi itulah harga yang harus kita bayar kalau mau taat. Satu hal yang saya alami sendiri, taat kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Mungkin awalnya terlihat rugi, tetapi pada saatnya Tuhan melimpahkan berkatNya berlipat ganda. Berulang kali saya mengalaminya, sehingga saya sampai pada satu kesimpulan: Ketaatan akan selalu menghasilkan buah yang manis, dan berjalan bersama Tuhan itu rasanya sungguh luar biasa.
Dalam Amsal ada tertulis "Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan." Dalam bahasa inggrisnya dikatakan: "Whoever despises the word and counsel [of God] brings destruction upon himself, but he who [reverently] fears and respects the commandment [of God] is rewarded." (Amsal 13:13). Lihatlah bagaimana janji Tuhan kepada orang-orang yang taat pada perintah Tuhan, bagaimana manisnya buah yang kita hasilkan dari ketaatan. Tuhan menjanjikan dalam banyak kesempatan bahwa Dia sanggup melimpahkan berkatNya ketika kita mau taat kepada firmanNya. Tuhan selalu menepati janjiNya. Teman saya mengalaminya secara tepat benar, saya pun berulang kali membuktikannya. Apabila kita taat, maka ada reward atau hadiah yang diberikan Tuhan kepada kita. Dia akan memberkati bahkan ditambahkan berlipat-lipat.

Serangkaian ayat mengenai berkat dalam Ulangan 28, dimana salah satunya berbunyi: "Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu." (ay 8) merupakan serangkaian janji Tuhan dalam melimpahkan berkatNya buat kita. Namun itu semua haruslah dimulai dengan keputusan-keputusan kita dalam hidup untuk taat kepada perintahNya. Awal dari perikop berkat adalah sebagai berikut:"Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi." (ay 1). Semua berkat Dia sediakan bagi kita, jika kita mendengarkan baik-baik suara Tuhan kemudian melanjutkannya dengan melakukan Firman secara nyata dengan setia. Inilah bentuk ketaatan yang diinginkan Tuhan untuk kita terapkan dalam hidup kita. Jika ini kita lakukan, maka Tuhan akan melimpahkan berkatNya secara luar biasa. Lewat kesaksian teman saya hari ini kita bisa melihat betapa Tuhan adalah Bapa yang penuh kasih dan setia menggenapi semua janjiNya.

Adalah benar bahwa dalam mempertahankan ketaatan kita bisa jadi harus siap berhadapan dengan berbagai kesulitan atau harus mengalami kerugian. Tapi percayalah bahwa Tuhan memperhitungkan segala yang kita perbuat dan putuskan. Ingatlah bahwa setiap perbuatan curang, sekecil apapun, merupakan kekejian bagi Tuhan. "..setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu" (Ulangan 25:16), Dan dalam ayat bacaan hari ini kita bisa melihat bahwa akan ada ganjaran bagi mereka yang memilih untuk mengabaikan firman Tuhan. Dalam Ayub kita membaca: "Jikalau mereka mendengar dan takluk, maka mereka hidup mujur sampai akhir hari-hari mereka dan senang sampai akhir tahun-tahun mereka. Tetapi, jikalau mereka tidak mendengar, maka mereka akan mati oleh lembing, dan binasa dalam kebebalan." (Ayub 36:11-12). Dalam surat Paulus kepada Titus pun ia mengingatkan demikian: "Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah, jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita." (Titus 2:9-10). Terkadang tidak mudah untuk taat, terlebih ketika kita harus menderita atau mengalami kerugian terlebih dahulu. Teman saya harus terlebih dahulu menganggur daripada ikut-ikutan atau berdiam diri melihat ketidak adilan. Ia harus hidup sulit untuk beberapa saat dengan mengandalkan tabungannya dan dikatai bodoh oleh teman-temannya, tetapi lihatlah bagaimana manisnya buah yang ia petik kemudian sebagai hasil dari keputusannya untuk taat. Jika memang harus mengalami kesulitan untuk sementara waktu, mengapa tidak? Bukankah Tuhan Yesus sudah mengingatkan bahwa "setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku" (Matius 16:24)? Belajarlah untuk senantiasa berlaku taat dan jujur, dalam hal sekecil apapun. Ketika anda memilih untuk taat dan melakukan sesuai Firman, Tuhan sanggup memberkati anda berlipat kali ganda. Do our part and let God do His. Tuhan akan selalu menepati janjiNya.

Ketaatan yang ditanam dan dipupuk akan menghasilkan buah berlipat ganda

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker