Sunday, March 29, 2009

Bertolak Lebih Dalam

webmaster | 8:00 AM |
Ayat bacaan: Lukas 5:4
===================
"Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."

bertolak lebih dalam, taat pada YesusBeberapa hari yang lalu saya ke rumah mertua saya. Hari waktu itu sudah cukup larut malam, sehingga pintu portal sudah ditutup oleh penjaga kompleks. Istri saya mengenal si penjaga kompleks, yang katanya sudah bekerja di sana semenjak dia kecil. Dari masih muda, hingga sekarang sudah terlihat tua dan lemah, pak penjaga masih tetap bekerja sebagai penjaga pintu kompleks. Sebuah kesetiaan dan pengabdian terhadap profesi yang luar biasa memang. Namun saya berpikir, dengan tingkat seperti yang ia miliki, tidak kah ia bisa memiliki pekerjaan lain yang lebih baik dan sehat, ketimbang harus bergadang setiap malam selama puluhan tahun? Kemudian saya teringat pada seorang bapak penjual jagung yang sering lewat di depan rumah orang tua saya. Setidaknya sejak saya masih SD, dia sudah mengayuh sepeda menjual jagung. Dan puluhan tahun setelahnya, ia masih juga melakukan hal yang sama. Sekitar sepuluh tahun yang lalu saya pernah bertanya, mengapa dia tidak memikirkan untuk membuka warung kecil daripada terus mengayuh sepeda setiap hari puluhan kilometer? Dia waktu itu menjawab bahwa mengayuh sepeda menjual jagung sudah biasa ia lakukan, dan ia tidak berani mengambil langkah lain yang cenderung beresiko. Alasan ini mungkin mendasari begitu banyak orang, sehingga kemarin, hari ini, besok, lusa atau sepuluh tahun lagi, mungkin kita akan melihat mereka masih berada pada situasi dan kondisi yang sama.

Kemarin kita sudah melihat bahwa kita harus mulai melangkah. Berani mengambil langkah meskipun harus melepaskan zona nyaman kita untuk memenuhi panggilan Tuhan sungguh penting bagi kita untuk mengalami hidup yang diubahkan. Mungkin awalnya terasa berat bagi kita, namun tidak ada yang harus kita cemaskan karena Tuhan akan selalu ada bersama kita dalam setiap langkah yang kita ambil. Tadi pagi saya diingatkan oleh ayat bacaan hari ini. Ini adalah penggalan dari kisah Petrus, seorang nelayan yang mengalami mukjizat Yesus secara luar biasa. Pada saat itu, Yesus mengunjungi pantai Danau Genesaret, dan bertemu dengan Petrus. Mungkin saat itu Yesus melihat bahwa Petrus tidak berhasil menangkap seekor ikan pun pada malam hari, dan Yesus pun mengatakan demikian: "Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." (Lukas 5:4). Saya melihat ada beberapa hal menarik dari ayat ini. Petrus adalah seorang nelayan yang sudah berpengalaman. Dia tahu bahwa saat yang paling baik untuk menangkap ikan adalah malam hari. Sementara Yesus bukanlah nelayan. Dengan logika manusia, mungkinkah "seseorang" yang bukan nelayan memberikan nasihat profesional kepada nelayan kawakan? Tapi lihat jawab Petrus. "Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (ay 5). Yang terjadi kemudian sungguh ajaib. "Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam." (ay 6-7). Ini semua terjadi karena Petrus mau menuruti perintah Tuhan untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam.

Hidup kita seringkali berhenti pada tempat yang dangkal, dipinggir-pinggir saja, karena itu merupakan tempat yang nyaman dan relatif tidak beresiko apa-apa. Kita tidak mau mengambil langkah maju karena ragu dan khawatir, takut akan resiko yang mungkin dihadapi, dan berat untuk melepaskan zona nyaman kita. Kita memilih hanya sebagai penonton setia dan bukan sebagai pelaku. Kita hanya mau dilayani, tanpa mau melayani. Dalam hidup dan pekerjaan pun, kita takut salah langkah, meskipun kita seringkali sadar bahwa Tuhan telah menyuruh kita untuk melakukan sesuatu, untuk melangkah maju, untuk masuk lebih dalam lagi. Padahal lihatlah, di tempat yang dalam itu ada rencana besar Tuhan untuk masing-masing kita. Memang, untuk masuk ke tempat yang lebih dalam lagi ada banyak resiko menghadang. Mungkin ada badai, angin kencang di tengah laut, mungkin ada ombak tinggi menggulung, ada resiko kapal karam, ada resiko untuk terombang ambing sendirian di tengah lautan luas, namun ingatlah sekali lagi bahwa Tuhan sudah berjanji untuk tidak akan pernah meninggalkan kita. "Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."(Ibrani 13:5b). Dan lihatlah di tempat dalam, mukjizat Tuhan ada sangat banyak disana.

Kita harus melatih kerohanian kita untuk masuk lebih dalam lagi. Jangan berhenti, teruslah bertolak lebih dalam, sehingga kita bisa menemukan berbagai berkat Tuhan yang luar biasa yang telah Dia sediakan bagi kita. Kemudian libatkan Tuhan dalam setiap pekerjaan dan kehidupan anda, dalam setiap keputusan-keputusan yang akan anda ambil. Hidup kita, pekerjaan kita, usaha kita, dan iman kita adalah perahu-perahu yang harus kita bawa ke tempat yang lebih dalam lagi untuk bisa memperoleh berkat-berkat luar biasa dari Tuhan. Seperti halnya Petrus yang taat dan mau melakukan apa yang diperintahkan Tuhan, kemudian memperoleh mukjizat luar biasa hingga jalanya terkoyak dan kapalnya hampir karam karena kepenuhan ikan, begitu pula hendaknya kita bisa mengikuti jejak Petrus yang mau taat, tidak berbantah-bantah dan merasa diri kita lebih tahu atau lebih pintar. Begitu banyaknya berkat dan mukjizat Tuhan bagi Petrus, demikian pula yang Dia sediakan bagi kita, asal kita mau taat dan mau masuk lebih dalam lagi. Mulailah arahkan perahu kehidupan anda ke tempat yang lebih dalam, berlayarlah bersama Tuhan dan raihlah semua yang Dia janjikan.

Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam menuju rencana-rencana besar Tuhan

No comments :

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Prayer Request

Community

Stats

eXTReMe Tracker