Monday, April 15, 2024

Kuasa Di Atas Puji-Pujian : Yosafat (7)

webmaster | 9:00:00 PM | Be the first to comment!

 (sambungan)

Menang tanpa berperang, ditambah hasil jarahan begitu banyak hingga butuh 3 hari untuk mengangkut semuanya.

Ada beberapa poin yang bisa kita pelajari dari kisah ini.

1. Yosafat mengambil keputusan untuk mencari Tuhan saat berada dalam situasi genting.
2. Yosafat mengandalkan Tuhan dalam mencari solusi.
3. Yosafat percaya sepenuhnya dengan janji Tuhan tanpa keraguan sedikitpun
4. Yosafat dan bangsanya sudah lebih dulu memanjatkan puji-pujian meski mereka belum tahu bagaimana akhir dari serangan.

Lihatlah bagaimana puji-pujian mendahului kemenangan dan membawa hasil yang luar biasa mengatasi batas logika dan pikiran kita. Bangsa Yehuda dibawah pimpinan Yosafat memperoleh kemenangan besar, dan semua itu dimulai dengan pengambilan keputusan yang benar dalam merespon suara Tuhan dengan didahului oleh puji-pujian.

Dalam renungan berikutnya saya akan sampaikan contoh lainnya, yaitu dari kisah saat mereka mendapat dera dan siksa saat hendak melayani di Makedonia. Kita akan lihat bagaimana puji-pujian mampu melepaskan mereka dari situasi yang sangat tidak mungkin secara logika, bagaimana puji-pujian bisa mendatangkan kemenangan bahkan memenangkan jiwa.

Lalu ada pula kisah lainnya yang berkaitan dengan pembahasan renungan kali ini yang akan saya lanjutkan lagi setelahnya.

(bersambung)

Sunday, April 14, 2024

Kuasa Di Atas Puji-Pujian : Yosafat (6)

webmaster | 9:00:00 PM | Be the first to comment!

 (sambungan)

Kembali kepada kisah Yosafat, lihatlah apa yang terjadi setelahnya. Tindakan Yosafat untuk menghadapi perang dengan menyiapkan kelompok paduan suara terbukti benar. Ketika mereka mulai menyanyikan puji-pujian, terjadilah keajaiban seperti yang dijanjikan Tuhan itu.

"Ketika mereka mulai bersorak-sorai dan menyanyikan nyanyian pujian, dibuat Tuhanlah penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda, sehingga mereka terpukul kalah." (ay 22).

Alkitab jelas mencatat hasil akhirnya, yaitu bahwa tidak satupun musuh yang luput. Dan semua itu terjadi tanpa mereka perlu bertempur.

Seperti inilah yang terjadi.  "Lalu bani Amon dan Moab berdiri menentang penduduk pegunungan Seir hendak menumpas dan memunahkan mereka. Segera sesudah mereka membinasakan penduduk Seir, mereka saling bunuh-membunuh. Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput." (ay 23-24).

Bukan itu saja, tapi bangsa Yehuda kemudian mendapat jarahan yang sangat banyak.Begitu banyaknya, sampai-sampai mereka membutuhkan waktu tiga hari untuk mengangkut ternak, barang berharga dan pakaian untuk dibawa pulang. (ay 25).

(bersambung)

Saturday, April 13, 2024

Kuasa Di Atas Puji-Pujian : Yosafat (5)

webmaster | 9:00:00 PM | Be the first to comment!

 (sambungan)

Yosafat merespon pesan Tuhan dengan membentuk kelompok paduan suara untuk memuji Tuhan!

Mereka mengangkat para penyanyi dan pemuji lalu mengutus mereka untuk ditempatkan di barisan depan. "Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!" (ay 21).

Secara logika keputusan Yosafat mungkin terlihat aneh. Betapa tidak, dalam menghadapi perang bukannya mempersiapkan kekuatan bala tentara dengan persenjataan terbaik yang mereka punya, tapi justru membentuk kelompok penyanyi puji-pujian. Aneh bagi dunia, tetapi tidak bagi mereka, karena iman mereka percaya sepenuhnya kepada janji Tuhan sehingga mereka tahu bahwa apa yang terpenting bagi mereka adalah menyatakan ucapan syukur mereka dan memuliakan kebesaran Allah. Jika mereka sibuk menyiapkan kekuatan prajurit perang, bukankah itu berarti bahwa mereka masih ragu terhadap ucapan Tuhan yang berjanji akan berperang secara langsung atas nama mereka?

Bagaimana kita saat menghadapi serangan dalam kehidupan? Akankah kita bisa percaya seperti halnya Yosafat dan bangsa Yehuda, atau kita akan terus ketakutan, cemas, gelisah meski Tuhan menjanjikan hal yang sama? Apa yang menjadi respon kita saat kita menghadapi situasi seperti itu? Menghadap Tuhan, berdoa, berpuasa, atau malah sibuk mencari alternatif-alternatif selain itu, bahkan yang sebenarnya tidak berkenan bagi Tuhan?  

Bagi saya, sampai di bagian ini saja kita bisa mendapatkan bahan perenungan yang sangat baik. Mungkin kita tidak sedang menghadapi serangan bangsa lain untuk berperang, tapi ada banyak pula bentuk tekanan, halangan hingga penderitaan maupun masa-masa sulit lainnya yang pada waktu-waktu tertentu harus kita hadapi.

(bersambung)

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Stats

eXTReMe Tracker