Sunday, August 7, 2022

Maksud Kemurahan Tuhan (1)

webmaster | 7:00:00 AM | Be the first to comment!

 Ayat bacaan: Roma 2:4
===========
"Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?"

Kita tengah mengalami masa-masa sulit. Deraan pandemi hingga dua tahun lebih bukan saja membuat kita kehilangan orang-orang yang kita cintai, tapi itu juga membuat ketahanan ekonomi banyak dari kita terguncang. Bersyukurlah teman-teman yang saat ini masih bisa hidup dengan berkecukupan dan baik, sementara kita yang tengah mengalami kesulitan, tengah megap-megap bahkan nyaris karam, kita pun harus belajar untuk bisa tetap bersyukur, jangan sampai kehilangan pengharapan dan sukacita. Bagi yang mendapat gaji tetap, sepertinya keadaan masih baik, itu kalau gajinya juga tidak dipotong. Ada yang kehilangan mata pencaharian karena tempatnya bekerja tidak lagi sanggup menggaji karyawan sebanyak dulu, dan buat yang bisnis seperti saya, mungkin juga mengalami bagaimana penurunan daya beli kemudian membuat usaha kita sepi pembeli. Belum lagi orang-orang yang latah melihat lahan bisnis kemudian masuk sehingga menimbulkan persaingan yang bisa jadi kejam dengan mematok harga yang tidak masuk akal alias merusak standar harga yang layak. 

Pemulihan ekonomi paska hancur-hancuran selama dua tahun itu butuh waktu. Sementara kebutuhan kita agar bisa setidaknya mengisi perut tidak bisa menunggu. Banyak orang yang sudah harus menjual hartanya demi menyambung hidup, ada yang gulung tikar karena tidak punya modal lagi untuk diputar. Keadaan diperparah dengan kenaikan harga-harga yang dimulai dari harga bahan pokok kemudian menyebar pula pada harga-harga lainnya. "Ini adalah masa dimana kita butuh kemurahan Tuhan lebih dari sebelumnya." kata teman saya. Kemurahan, pertolongan, bahkan keajaiban, itu kita semua butuhkan di saat seperti ini. Tapi apa yang teman saya ini katakan membuat saya merenung. Ya, kita butuh semua itu. Tapi apa, atau adakah sebenarnya tujuan Tuhan dalam memberi kemurahan? Apakah Tuhan memberikan itu begitu saja atau merindukan kita untuk melakukan sesuatu?

Ternyata Alkitab sudah menyatakan tentang hal ini. Lihat apa yang disampaikan Paulus kepada jemaat di Roma saat menyampaikan hukuman Tuhan. "Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?" (Roma 2:4).

Apakah kita hanya menganggap sepi, menyepelekan, menggampangkan kekayaan kemurahan Tuhan, kesabaranNya, dan kelapangan hatiNya? Kita mengharapkan kemurahanNya, kita ingin Tuhan bersabar pada kita, berharap Tuhan berlapang hati bisa memaklumi kita yang terus saja berbuat kesalahan, tapi apakah kita sudah menghargai semua itu saat Tuhan memberikannya bagi kita? Apakah doa sudah menjadi sarana penghubung kita pada Tuhan atau cuma menjadi sarana untuk meminta saja dengan hanya berdoa saat butuh bantuan, dan mengisi doa hanya penuh dengan wishlist? Apakah kita bersyukur dan berterimakasih atas semua itu atau malah menggerutu karena dirasa kurang? Dan yang lebih penting lagi: untuk apa kita pergunakan segala kemurahan, kesabaran dan kelapangan hati Tuhan?

(bersambung)


Saturday, August 6, 2022

Worry Often Gives a Small Thing Big Shadow (4)

webmaster | 7:00:00 AM | Be the first to comment!

 (sambungan)


Bisakah kita mengalami hidup seperti itu? Tentu saja. Tapi ingat bahwa janji itu berlaku dengan syarat, yaitu hanya berlaku bagi orang yang mengenal Tuhan. Dan itu tertulis pada ayat selanjutnya.  

"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku." (ay 14). 

Dalam versi Bahasa Indonesia sehari-hari dikatakan demikian: "Kata TUHAN, "Orang yang mencintai Aku akan Kuselamatkan, yang mengakui Aku akan Kulindungi."

 Janji-janji perlindungan ini akan hadir kepada siapa saja yang tetap memilih untuk mengakuiNya, mengandalkanNya, orang yang tinggal di dalam Tuhan. Tinggal menetap, berjalan dan bermalam dalam naungan Tuhan, terus hidup dalam persekutuan yang erat dan berkelanjutan dengan Tuhan, mendengar suaraNya dan melakukan perintahNya.

Mengacu pada Mazmur 91, siapa yang dimaksudkan sebagai orang yang mengenal Tuhan? Orang yang mengenal Tuhan itu adalah "orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa" seperti yang disebutkan di awal Mazmur 91. Orang seperti inilah yang akan mampu mengenal Tuhan, dan dengan sendirinya bisa mengalami  perlindungan Tuhan yang akan mampu membebaskan jiwa kita dari rasa ketakutan dan menggantikannya dengan damai sukacita.

Luangkan waktu lebih banyak untuk berdoa dan terus membaca, mendengar, merenungkan, memperkatakan dan melakukan Firman Tuhan. Mengisi diri dengan kepenuhan kebenaran Firman Tuhan itu penting, tapi haruslah dilanjutkan dengan melakukan atau mengaplikasikannya dalam hidup kita. Kita harus berhati-hati terhadap serangan lewat daging kita yang lemah, seperti pesan Yesus berikut: "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." (Matius 26:41). 

Tumbuh di dalam Firman berarti tumbuh di dalam Allah. Berpegang pada Firman akan memampukan kita untuk bisa berjalan bebas dari rasa takut meski bahaya mengancam dimana-mana.

Kalau untuk saat ini mengatasinya sepertinya masih terasa terlalu berat, pikirkanlah apa hal baik yang bisa datang dari rasa kuatir/cemas, stres dan takut. Akankah ketiga hal ini bisa menolong dan melepaskan kita dari masalah? Pada kenyataannya, seringkali sebagian besar dari apa yang kita cemaskan atau takutkan justru tidak terjadi. Artinya, kita membuat hati dan pikiran kita lelah, terkontaminasi racun sebenarnya sia-sia saja. Yesus sendiri sudah mengingatkan juga bahwa ketakutan itu tidak ada gunanya. "Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" (Matius 6:27).  

Tetaplah berjalan bersama Tuhan, kenali PribadiNya dengan sungguh-sungguh, dan pegang janji-janjiNya hingga iman kita akan terisi penuh dengan kepercayaan akan Tuhan yang sanggup melakukan perkara apapun, bahkan yang paling mustahil menurut logika kita, itu bisa Dia lakukan dengan mudah. Jika anda berpegang pada Tuhan, duduk dalam lindunganNya dan bermalam dalam naunganNya, anda maka anda akan melihat, tidak peduli betapapun bahayanya dunia ini, betapapun banyaknya ancaman di sekeliling anda, anda tidak perlu khawatir karena Tuhan lebih dari sanggup menjadi tempat perlindungan dan kubu pertahanan kita. Mari kita sama-sama terus kuatkan iman kita, because we need it more than ever at this moment.  He can make a way, and He will.

Don't let the dark shadow consumes you, don't let the joy stealers eat you


Friday, August 5, 2022

Worry Often Gives a Small Thing Big Shadow (3)

webmaster | 7:00:00 AM | Be the first to comment!

 (sambungan)


Alkitab menyampaikan begitu banyak pesan agar kita jangan sampai ditutupi kabut atau bayangan perasaan negatif ini. Kita diberitahu cara mengatasinya, diajarkan tentang bahayanya, diingatkan supaya berhati-hati terhadapnya. Di Alkitab kita bisa melihat bagaimana tokoh-tokoh besar bahkan menyandang gelar raja dengan awal yang sangat istimewa kemudian hancur karena mereka gagal mengatasi perasaan-perasaan negatif ini. Lihat pula bagaimana Petrus yang sebenarnya sudah mengalami mukjizat bisa berjalan di atas air kemudian jatuh hampir tenggelam karena gagal mengatasi rasa takutnya. Ketiga hal perampas sukacita itu tampaknya biasa buat kita dan sering kita alami, tapi ternyata berpotensi mendatangkan bencana besar dalam hidup kita kalau kita biarkan.

Ada ayat yang sangat baik untuk mengatasi rasa takut. Ayat ini memberitahukan bahwa ada tempat perlindungan yang sangat bisa diandalkan, kubu pertahanan yang sangat layak untuk dipercaya, tidak lain adalah Tuhan sendiri. Ayatnya berbunyi demikian:

"Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." (Mazmur 91:1-2).

Kita tentu tahu bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan, tempat kita bergantung dalam menghadapi apapun. Masalahnya, ketika rasa takut melanda, apakah kita masih ingat dan bisa yakin akan hal ini? Kenyataannya, kita seringkali lupa. Banyak yang hanya mengandalkan kekuatan manusia, padahal manusia itu kemampuannya terbatas. Yang lebih salah lagi kalau malah pergi mengandalkan berbagai kuasa yang disediakan kegelapan. Kalau kita menyadari bahwa kuasa Tuhan itu begitu besar, di atas segalanya, tidak terbatas dan tidak ada habisnya, mengapa tidak beralih untuk kembali mempercayakan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita?

Mazmur pasal 91 buat saya selalu bisa menenangkan dan menguatkan kala kita mengalami rasa takut. Bahkan membaca judul perikopnya saja, "Dalam Lindungan Allah" harusnya sudah bisa menenangkan kita.

Dalam Mazmur 91 kita bisa melihat betapa hebatnya perlindungan yang sanggup Tuhan berikan, antara lain:
- Dia sanggup melepaskan kita dari bahaya tersembunyi dan penyakit yang membawa maut (ay 3)
- melindungi kita dibawah sayapNya dengan kesetiaanNya yang kokoh seperti perisai dan pagar tembok (ay 4)
- Kita tidak perlu takut akan bahaya sepanjang hari (ay 5)
- bencana yang datang di saat gelap, atau kehancuran yang menimpa di tengah hari (ay 6).
- Malapetaka tidak akan bisa menimpa, tulah atau kutuk tidak akan bisa mendekat (ay 10)
- Tuhan menjanjikan malaikat-malaikatNya untuk menjaga kita di setiap langkah. (ay 11)
- Kita akan mampu melangkahi ular berbisa dan singa, ancaman-ancaman mematikan lainnya. (ay 13)

Itu semua merupakan perlindungan apa yang Tuhan bisa berikan kepada kita agar mampu hidup tanpa rasa cemas, stres dan takut lagi, bebas dari ketakutan di dalam dunia yang jahat ini.

(bersambung)

Search

Bagi Berkat?

Jika anda terbeban untuk turut memberkati pengunjung RHO, anda bisa mengirimkan renungan ataupun kesaksian yang tentunya berasal dari pengalaman anda sendiri, silahkan kirim email ke: rho_blog[at]yahoo[dot]com

Bahan yang dikirim akan diseleksi oleh tim RHO dan yang terpilih akan dimuat. Tuhan Yesus memberkati.

Renungan Archive

Jesus Followers

Stats

eXTReMe Tracker